Pemain Pindar Susut Jadi 94, OJK Ungkap Biang Keroknya
Selasa, 15 September 2026, 18:40 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah penyelenggara pinjaman daring (Pindar) di Indonesia kini tersisa 94 perusahaan, dari sebelumnya lebih dari 100 pemain sejak industri berkembang pesat sekitar 2016. Meski jumlah pelaku menyusut, kinerja industri Pindar masih tumbuh dengan laba mencapai Rp1,36 triliun per Juli 2026 atau naik 18,20 persen secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan penurunan jumlah penyelenggara bukan semata-mata menunjukkan pelemahan bisnis.
Menurutnya, perubahan jumlah pemain merupakan bagian dari dinamika penguatan industri yang dipengaruhi kemampuan perusahaan memenuhi ketentuan permodalan dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Penurunan jumlah Pindar menjadi 94 Penyelenggara merupakan bagian dari dinamika penguatan industri Pindar, yang dipengaruhi antara lain oleh kemampuan pemenuhan ketentuan permodalan dan keberlanjutan usaha,” kata Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (15/9/2026).
Industri Pindar berkembang pesat sejak sekitar 2016 dengan jumlah penyelenggara yang telah mencapai lebih dari 100 perusahaan. Seiring penerapan ketentuan industri, jumlah pemain kemudian menyusut menjadi 94 penyelenggara.
Baca Juga: OJK Batalkan Rencana Pembatasan Pinjaman Maksimal di 3 Pinjol, Masyarakat Kini Bebas Ngutang
Baca Juga: Masyarakat Masih Enggan Pakai Asuransi Kredit Pinjol, Harga Premi Dinilai Kemahalan
Baca Juga: OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, 1,2 Juta Rekening Terindikasi Scam
Di tengah berkurangnya jumlah pemain, kinerja bisnis industri masih mencatat pertumbuhan. Per Juli 2026, laba industri Pindar mencapai Rp1,36 triliun atau tumbuh 18,20 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan outstanding pembiayaan yang mencapai Rp105,63 triliun per Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 24,76 persen secara tahunan.
OJK juga mencatat kualitas portofolio pembiayaan tetap terjaga hingga Juli 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri