Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mendukung peningkatan usaha penyelenggaraan pertunjukan musik dalam upaya untuk membangun ekosistem wisata musik.

"Kemenpar berusaha menciptakan ekosistem bisnis yang sehat untuk industri seni pertunjukan, terutama konser musik, di Indonesia," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Kementerian Pariwisata menilai usaha penyelenggaraan pertunjukan musik berskala internasional di Indonesia masih terkendala keterbatasan sarana pendukung, masalah pengurusan izin, dan pengemasan yang belum optimal.

Guna mengatasi kendala-kendala itu, menurut Nia, diperlukan strategi terintegrasi yang mencakup pembenahan infrastruktur pendukung, pengurusan perizinan, dan pengembangan paket wisata yang mencakup pertunjukan musik. 

Nia mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki tempat penyelenggaraan acara berskala internasional seperti Gelora Bung Karno, Jakarta International Stadium, Sentul International Convention Center, Jakarta Convention Center, dan Nusantara International Cenvention-Exhibition (NICE). 

"Potensi NICE sebagai venue juga mulai dilirik sejumlah promotor konser. Salah satunya, event musik, Java jazz juga mulai diselenggarakan di NICE tahun ini," katanya merujuk pada fasilitas NICE di PIK 2, Jakarta Raya.

Kementerian Pariwisata mendorong peningkatan investasi dalam pembangunan tempat pertunjukan musik guna mendukung peningkatan usaha penyelenggaraan konser.

Nia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah dalam upaya untuk mengatasi masalah pelayanan transportasi menuju ke tempat pertunjukan.

"Dengan koneksi yang terintegrasi, pengunjung dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien," katanya.

"Peningkatan aksesibilitas ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing destinasi serta menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung," ia menambahkan.

Ia menyampaikan bahwa sarana parkir tambahan juga akan disediakan untuk mengatasi keterbatasan area parkir di sekitar lokasi pertunjukan. 

Selain itu, menurut dia, Kementerian Pariwisata berupaya memastikan setiap tempat pertunjukan dilengkapi dengan sarana pendukung bagi orang dengan kebutuhan khusus seperti jalur landai dan toilet khusus serta ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.

Bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, ia melanjutkan, Kementerian Pariwisata juga menyediakan fasilitas pemasaran konser serta layanan informasi konser musik digital.

Berkenaan dengan upaya penanggulangan praktik calo tiket konser, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku percaloan tiket.

Kementerian Pariwisata mendorong promotor konser untuk memberikan informasi secara jelas dan transparan mengenai pelayanan penjualan tiket konser untuk menutup celah penyimpangan dan penipuan.

Di samping itu, Kementerian Pariwisata mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan teliti saat membeli tiket konser.

"Masyarakat juga diedukasi untuk menyaring informasi di media sosial agar tidak terjebak penipuan," kata Nia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah dukung peningkatan usaha penyelenggaraan pertunjukan musik

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.