Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mempromosikan kuliner daerah melalui Festival Nipah sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Samatiga.

“Melalui festival ini kita menyelaraskan antara kelestarian adat tradisi dengan peningkatan pendapatan ekonomi berbasis komunitas,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Aceh Barat, Kamis.

Menurutnya, Festival Nipah merupakan suatu gerakan tepat untuk dikembangkan kedepannya, terlebih lagi saat ini Festival Nipah sudah masuk ke dalam 10 besar nasional di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Insya Allah dengan kolaborasi walaupun dengan keterbatasan itu menjadi motivasi maka Aceh Barat akan maju ketika kita bersatu bersama semuanya,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Direktur Film, Musik dan Seni, Kementerian Kebudayaan RI Irini mengatakan bahwa Festival Nipah di Desa Suak Timah merupakan aktivitas dari program desa kemajuan kebudayaan.

“Dan tahun lalu desa ini kan menjadi salah satu desa terbaik dari program desa pemajuan kebudayaan. Jadi permasalahan ini bukan pada festivalnya tapi bagaimana festival ini tercipta berkat kolaborasi dan kerja sama dari desa dengan perangkat desa sehingga apa yang menjadi potensi desa dapat diangkat menjadi potensi budaya,” kata Irini.

Dia berpesan agar Festival Nipah yang sudah ada di Aceh Barat saat ini harus terus dilaksanakan, dikembangkan dan juga dipertahankan kedepannya agar menjadi salah satu potensi budaya yang juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

“Kementerian Kebudayaan akan tetap mendampingi, tapi bagaimanapun kita hanya sebagai fasilitator atau stimulus untuk program – program yang terkait dengan bagaimana mendorong ekonomi budaya itu tumbuh dan berkembang,” katanya.

Irini berpesan agar kedepannya ada kebudayaan – kebudayaan lainnya di Aceh Barat yang  dapat di eksplorasi serta aktivasi sehingga menjadi ikon kebudayaan atau destinasi wisata baru di Provinsi Aceh.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.