Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan rencana pembangunan jalan dua jalur di lintasan Aceh Barat-Nagan Raya khususnya di sepanjang ruas jalan Kecamatan Meureubo, sebagai upaya meningkatkan kelancaran pengangkutan arus barang dan transportasi publik.

"Karena disini dengan kepadatan lalulintasnya luar biasa dan sering terjadi kecelakaan setiap bulan nya ada korban jiwa. Saat ini kami sedang memperjuangkan ke Menteri PUPR melalui Komisi V DPR RI dan alhamdulillah pak Menteri sudah menerima proposal kita," kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi kepada wartawan, Kamis.

Menurutnya, usulan pembangunan jalan dua jalur tersebut dilakukan karena akses ruas jalan yang ada saat ini, sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya arus kendaraan yang melintasi wilayah kabupaten/kota di pantai barat selatan Aceh.

Baca juga: Pemkab Aceh Timur aspal Jalan Seumali-Paya Palas

Akibatnya, selama ini telah sering menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar, karena tingginya aktivitas lalu-lintas di kawasan setempat.

Selain itu kata Tarmizi, Komisi V DPR RI juga sudah setuju dengan usulan Pemkab Aceh Barat terkait rencana pembangunan jalan dua jalur di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

"Usulan ini dalam proses pengawalan di DPR serta kementerian kita minta bantu sama anggota DPR RI dari Dapil kita yaitu Pak Jamaluddin Idham, beliau yang akan mengawal proses ini " katanya.

Untuk usulan pembangunan jalan dua jalur mulai dari Desa Langung sampai ke Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat dengan panjang sekitar 2,57 kilometer membutuhkan dana minimal sebesar Rp 50 miliar. 

Sejauh ini kata Tarmizi, sudah ada harapan dari wacana pembangunan jalan dua jalur tersebut,  dia berharap semoga kedepan tidak terjadi perubahan ataupun pergeseran anggaran yang dapat membatalkan rencana pembangunan jalan dua jalur di Kecamatan Meureubo, kabupaten setempat.

Anggota DPR-RI asal Aceh, Jamaluddin Idham mengatakan padatnya arus lalulintas di Kabupaten Aceh Barat khususnya di Kecamatan Meureubo maka pembangunan jalan dua jalur menjadi kebutuhan bagi daerah maupun masyarakat.

"Kita lihat kondisi lalu lintas nya sangat padat, kecelakaan lalulintas setiap bulan ada dan kampus disini ada tiga maka ini memang wajib dan harus kita perjuangkan untuk jalan dua jalur," kata Jamaluddin.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.