Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat mendaftar daerah blankspot ke aplikasi Signal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), dalam mengatasi daerah tanpa jaringan telepone maupun internet di daerah itu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Senin, mengatakan Diskominfo Agam mendaftar daerah blankspot (suatu wilayah atau titik area tertentu yang sama sekali tidak tersentuh atau terjangkau oleh sinyal komunikasi, baik untuk layanan jaringan telepon maupun akses internet.

"Kita mendaftarkan daerah blankspot ke aplikasi Signal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) setiap tahunnya," katanya.

Ia mengatakan daerah yang diusulkan itu beberapa jorong di Kecamatan Palupuh, Palembayan, Tanjung Mutiara, Malalak dan Lubuk Basung.

Ini berdasarkan pendataan daerah blankspot yang dilakukan Diskominfo Agam melalui camat dan wali nagari atau kepala desa adat.

Khusus di Kecamatan Lubuk Basung, terdapat daerah lemah sinyal di Nagari Kampung Tangah.

"Base Transceiver Station (BTS) tersedia, namun sinyal komunikasi lemah di daerah itu," katanya.

Ia menambahkan Diskominfo Agam juga melaporkan daerah blankspot ke PT Telkomsel dan datang langsung ke Kemkomdigi.

Setelah itu, melalui jalur politik ke anggota DPR RI asal Sumbar.

"Ini upaya yang kita untuk mengatasi blankspot dan alhamdulillah melalui hubungan dekat dengan Telkomsel, maka cepat dibantu apabila ada kendala," katanya.

Ia mengakui sudah delapan BTS yang dibangun di daerah blankspot melalui program desa digital Pemprov Sumbar dan dukungan anggota DPR RI Andre Rosiade.

Namun saat ini masih ada lima kecamatan yang blankspot dan terbanyak jorong di Kecamatan Palembayan dan Palupuh.

"Kita terus berupaya semaksimal mungkin, agar daerah tersebut tidak lagi menjadi blankspot," katanya.