Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan bahwa masyarakat korban kebakaran di Dusun Sedang Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid saat turun langsung mendampingi masyarakat yang terdampak musibah kebakaran, Minggu (11/10).

Dalam kunjungannya, Bupati menemui langsung warga terdampak di posko untuk memberikan dukungan moril, serta memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan bantuan di tengah situasi sulit yang korban hadapi.

"Pemerintah daerah memastikan dan memberikan dukungan dan penguatan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, serta memastikan korban mendapat bantuan," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk sementara bantuan diberikan berupa kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan, air bersih, pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

"Musibah ini menjadi duka kita bersama, kami turun prihatin atas musibah yang terjadi. Tentu tidak mudah bagi para korban yang terdampak, terlebih bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang miliknya," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat yang terdampak, dengan melakukan koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait sehingga bantuan terhadap masyarakat bisa berjalan dengan baik.

"Kami akan berupaya hadir dan membantu sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan yang ada. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian, bergotong royong, dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," ujarnya.

Hingga saat ini belum dipastikan berapa jumlah rumah yang terbakar akibat di lalap sijago merah. Namun informasi sementara, kebakaran yang terjadi di Di Dusun Serdang Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba diperkirakan menghanguskan ratusan rumah warga.

Pewarta: Rusdiyanto
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.