Pemkab Belitung rancang penerbangan Bali-Belitung-Bangka - ANTARA News Bangka Belitung
Belitung, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merancang konektivitas penerbangan Pulau Bali - Pulau Belitung dan Pulau Bangka (3B) guna memperkuat hubungan pariwisata regional antar pulau.
"Kami sengaja merancang konektivitas penerbangan yang menghubungkan destinasi wisata yang merupakan sektor unggulan Indonesia sehingga saling melengkapi di tiga pulau itu," kata Bupati Belitung Djoni Alamsyah di dalam keterangan resmi yang diterima di Belitung, Minggu, usai menghadiri kegiatan Indonesia Tourism Market and Workshop (ITMW) 2026 di Denpasar, Bali, Minggu.
Dia mengakui Belitung tidak bisa membangun pariwisata sendirian namun harus membuka diri, membangun kolaborasi dan menciptakan konektivitas dengan destinasi lain.
Menurut dia, Bali memiliki pengalaman dan pasar wisata yang kuat, sementara Belitung dan Bangka memiliki keunikan serta potensi yang dapat dikembangkan bersama.
Ia menjelaskan konsep konektivitas 3B tidak sekadar membuka jalur transportasi penerbangan maupun laut, melainkan mencakup integrasi paket perjalanan, promosi bersama, hingga kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, maskapai penerbangan, agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata.
Melalui rute ini, lanjut dia, wisatawan mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke Bali diharapkan memiliki opsi perjalanan lanjutan (extension trip) ke Belitung dan Bangka.
"Begitu pula sebaliknya maka langkah ini dinilai efektif untuk memperpanjang durasi tinggal dan meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan," ujarnya.
Ia menambahkan masing-masing daerah memiliki karakter destinasi yang kuat. Bali unggul dengan pasar wisata internasional dan kebudayaannya, Belitung menawarkan keindahan pantai batu granit, wisata bahari, serta keunikan geologi (geopark).
"Sedangkan Bangka memiliki daya tarik wisata bahari, budaya dan sejarah pertambangan timah," katanya.
Djoni menambahkan implementasi gagasan 3 B tetap memerlukan kajian yang terukur, mencakup analisis kelayakan rute penerbangan dan transportasi laut, potensi pasar, daya beli wisatawan, kesiapan infrastruktur pendukung, serta komitmen para mitra industri.
"Yang ingin kami bangun bukan hanya hubungan antardaerah, tetapi sebuah ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan. Ketika wisatawan datang, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat hotel terisi, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap dan ekonomi daerah tumbuh," ujarnya.
Ia berharap pengembangan konektivitas ini menjadi pijakan strategis untuk memperluas pasar pariwisata daerah, menarik investasi baru.
"Serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Belitung secara berkelanjutan," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.