Pemkab Bojonegoro dukung SKK Migas survei seismik cari cadangan migas - ANTARA News Jawa Timur
Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mendukung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait rencana survei seismik 2D Lamturo untuk mencari cadangan minyak bumi yang ada di wilayah setempat.
"Pelaksanaan survei seismik 2D Lamturo nantinya dapat berjalan aman, lancar dan sukses, serta memberikan hasil optimal untuk mendukung upaya menemukan potensi cadangan migas baru," kata Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Bojonegoro, Jumat.
Nurul menjelaskan eksplorasi tersebut penting dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan sektor migas di Bojonegoro.
Berdasarkan laporan yang diterima, puncak produksi minyak pada 2021 mencapai sekitar 231 ribu barel per hari namun sekarang hanya sekitar 157 ribu barel per hari.
Penurunan produksi tersebut, kata Nurul, turut berpengaruh terhadap penerimaan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Kabupaten Bojonegoro pada 2025-2026 yang hanya sekitar Rp2,8 triliun.
"Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi daerah dalam menjaga kemampuan fiskal sekaligus membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia mengungkapkan rencana survei seismik 2D Lamturo akan dilaksanakan di 17 kecamatan yakni Balen, Baureno, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Bubulan, Dander, Gondang, Ngambon, Ngasem, Purwosari, Sekar, Tambakrejo dan Temayang.
Pemkab Bojonegoro pun masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai metode, tahapan, waktu dan mekanisme pelaksanaan survei tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Misbachul Munir mengatakan survei seismik 2D merupakan bagian dari rangkaian kegiatan eksplorasi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi sekaligus mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
Kegiatan tersebut akan bersinggungan langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar, sehingga membutuhkan koordinasi serta komunikasi yang baik.
"SKK Migas berharap dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan dan tokoh masyarakat dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar. Aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas," katanya.
Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.