Pemkab Kepulauan Seribu gencarkan pilah sampah dari hulu ke hilir
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menggencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Hulu Ke Hilir kepada masyarakat kepulauan di Provinsi DKI Jakarta melalui edukasi dan pelatihan sebagai upaya mewujudkan zero waste atau nol sampah,
“Kami memproyeksikan Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi wilayah percontohan, diawali dengan Pulau Pramuka sebagai prototipe pulau nol sampah (zero waste),” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan dalam kegiatan edukasi dan pelatihan gerakan tersebut di Pulau Pramuka, Jakarta, Selasa.
Menurut dia, gerakan pilah sampah harus diwujudkan melalui tindakan konkret seluruh elemen, bukan sekadar slogan seremonial.
"Saya tidak ingin gerakan ini hanya slogan tanpa realisasi. Kita harus saling mendukung. Pengelolaan sampah butuh kolaborasi nyata dari rumah tangga hingga tempat penampungan," ujar Fadjar.
Dia juga meminta kepada instansi teknis agar gencar mengedukasi nilai ekonomis dari sampah anorganik terpilah, di antaranya botol plastik dan kemasan daur ulang.
"Jangan hanya menyuruh memilah, beri tahu juga nilai jualnya. Jika tahu ada potensi pendapatan tambahan, warga pasti lebih termotivasi. Lingkungan bersih terwujud, manfaat ekonomi pun didapat," tutur Fadjar.
Baca juga: Pemkab perkuat budaya pilah sampah dan literasi di sekolah
Dalam kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut, pihaknya melibatkan 60 warga Kelurahan Pulau Panggang yang terdiri dari perwakilan pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, serta personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu Achmad Hariadi menekankan keberlanjutan pemilahan dari hulu sangat menentukan efektivitas pengolahan sampah di hilir.
Untuk itu, kata dia, demi mempertajam pemahaman peserta, Sudin LH menghadirkan Anto (Bang Jos) dari komunitas Indonesia Menuju Hijau (IMH).
"Edukasi dan pendampingan kepada petugas serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumbernya," pungkas Achmad.
Kegiatan tersebut, sambung dia, turut diisi dengan peninjauan teknis ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka untuk memastikan optimalisasi operasional di lapangan.
Salah seorang peserta, Yuni (46) berharap kegiatan tersebut diteruskan secara merata ke tingkat keluarga sehingga pemilahan mandiri sebelum diangkut petugas benar-benar menjadi suatu kebiasaan.
"Kami jadi paham bahwa sampah bernilai ekonomi jika dipilah dengan benar," ungkap Yuni.
Baca juga: Kepulauan Seribu edukasi warga olah sampah pesisir jadi instalasi seni
Baca juga: Pulau Tidung perkuat edukasi pemilahan sampah untuk jaga wisata
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.