Pemkab Kukar perkuat simbol kedaulatan negara lewat kemahiran berbahasa - ANTARA News Kalimantan Timur
Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur memperkuat kedaulatan negara lewat peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi para pegawai pemerintah, untuk menjaga harga diri institusi sekaligus mendukung budaya kerja yang komunikatif dan tertib.
"Peningkatan kemahiran berbahasa memiliki nilai urgensi karena Bahasa Indonesia merupakan instrumen utama dalam perumusan kebijakan, penyusunan naskah dinas, dan penyelenggaraan pelayanan publik," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Rabu.
Selain itu, katanya, Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari, melainkan simbol kedaulatan, cerminan identitas bangsa, serta wujud profesionalisme sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Para ASN dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, dituntut memiliki kecakapan dalam berbahasa yang baik dan benar, agar publik mendapat kejelasan dalam komunikasi.
Ia memberi apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, karena melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi para ASN Kukar di MAN 2 Tenggarong, Selasa (21/7).
Setiap hari, katanya, ASN berhadapan dengan penyusunan dokumen negara, naskah dinas, peraturan perundang-undangan, korespondensi resmi, hingga penyampaian informasi kepada publik.
"Kesalahan dalam penggunaan tata bahasa atau pemilihan diksi akan dapat menimbulkan multitafsir, ambiguitas, bahkan bisa menjadi cacat hukum administrasi," katanya.
Untuk itu, kemampuan berbahasa Indonesia yang baku, lugas, dan sesuai kaidah, mutlak diperlukan agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
"Melalui kegiatan yang dilakukan kemarin, target utama pemda adalah meningkatkan jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Kukar yang memiliki tingkat kemahiran berbahasa dengan baik dan benar, terkhusus dalam bidang administrasi dan persuratan," kata Sunggono.
PKBI, katanya, sudah dirancang secara terstruktur dan komprehensif, yakni pemahaman para peserta yang sudah mengikuti kegiatan semacam ini kembali diasah secara mendalam melalui berbagai materi esensial, mulai dari kaidah, ejaan, bentuk dan pilihan kata.
Al itu, termasuk pola penyusunan kalimat dan paragraf, peningkatan keterampilan menulis, hingga pemahaman terkait pedoman pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas diri dalam mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.