Pemkab Lamsel perkuat akses pembiayaan untuk petani kelapa
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mendorong penguatan akses pembiayaan untuk petani kelapa dan membuka kemitraan dengan pihak lain untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani kelapa di daerah itu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan penguatan sektor kelapa tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung akses pembiayaan yang aman, kemitraan usaha yang kuat, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Setidaknya ada tiga fokus yang perlu kita perkuat bersama, yakni perluasan akses pembiayaan resmi, penguatan rantai kemitraan usaha kelapa dan peningkatan literasi keuangan masyarakat,” kata Supriyanto di Kalianda, Rabu.
Oleh karena itu, kata dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bandarlampung menggelar Sosialisasi Pembiayaan Usaha Kelapa dan Sinergi Kemitraan Perusahaan Pengolah (off-taker) yang diikuti sekitar 150 peserta di Aula Negeri Baru Resort, Kalianda.
Ia menjelaskan pemanfaatan layanan lembaga keuangan resmi dan terpercaya perlu terus didorong agar masyarakat dapat mengembangkan usahanya secara aman dan berkelanjutan.
Akses pembiayaan tersebut perlu diikuti dengan pembangunan rantai usaha yang terintegrasi dengan mempertemukan petani, lembaga pembiayaan dan perusahaan pengolah atau off-taker.
“Harapannya hasil panen memiliki kepastian pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha,” ujarnya.
Selain akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi seperti pemahaman mengelola keuangan, mengenali investasi yang aman, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak sehingga dapat terhindar dari pinjaman daring ilegal maupun investasi yang tidak memiliki izin.
“Kehadiran para petani, pelaku usaha, hingga PPL menunjukkan semangat kita bersama untuk membangun sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kuat, mandiri dan berdaya saing,” katanya.
Menurut dia, komoditas kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan sehingga penguatan ekosistem usaha dari sektor hulu hingga hilir perlu dilakukan secara bersama-sama.
Penguatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu petani meningkatkan produksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan menciptakan nilai tambah sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Manajer BSI Area Bandar Lampung Lutfy Indaka menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat ekosistem usaha komoditas kelapa melalui pembiayaan dan kemitraan.
“BSI berkomitmen penuh untuk hadir mendukung masyarakat, baik dari segi finansial maupun sosial. Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan jasa layanan keuangan syariah yang baik dan mudah, sehingga membawa keberkahan serta peningkatan kesejahteraan bersama,” kata Lutfy.
Kehadiran perusahaan pengolahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemitraan usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani kelapa di Kabupaten Lampung Selatan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.