Pemkab Mabar menyalurkan bantuan gempa ke wilayah pesisir Utara

Kamis, 20 Agustus 2026 18:11 WIB

Image Print

Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat pesisir. ANTARA/Ho-BPOLBF

Kupang (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak gempa Flores di sejumlah wilayah pesisir utara Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dari Labuan Bajo, Kamis mengatakan wilayah pesisir utara menjadi prioritas pendistribusian bantuan pada tahap tersebut, sementara penyaluran ke wilayah lainnya masih dalam proses persiapan.

"Baik, hari ini kita akan mendistribusikan logistik ke pesisir utara Kabupaten Manggarai Barat. Ini menjadi prioritas, sedangkan pulau-pulau lain sedang dalam proses penyiapan. Namun, yang menjadi prioritas pendistribusian hari ini adalah wilayah utara," katanya.

Dalam pendistribusian tersebut, bantuan beras disalurkan ke sejumlah wilayah dengan dukungan armada dari berbagai unsur.

Pulau Seraya menerima 1,5 ton beras yang diangkut menggunakan kapal Polair, sedangkan 1,5 ton beras disalurkan ke Pulau Boleng menggunakan dua kapal Lanal Labuan Bajo.

Sementara itu, Pulau Longos menerima 2.120 kilogram beras yang didistribusikan menggunakan armada gabungan TNK, BPOLBF, dan Imigrasi.

Bantuan 1,5 ton beras juga dikirim ke Pulau Medang menggunakan kapal KSOP dan SAR. Adapun bantuan untuk masyarakat di Rangko disalurkan melalui jalur darat menggunakan kendaraan dinas Pemkab Manggarai Barat dengan muatan 1,5 ton beras.

Selain beras, bantuan yang disalurkan mencakup air minum dalam kemasan dan makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Proses distribusi menuju Pulau Longos menghadapi kendala akibat kondisi air laut yang sedang surut. Speedboat pengangkut bantuan tidak dapat merapat ke dermaga desa karena kedalaman air tidak memungkinkan.

Jarak antara titik berhentinya speedboat dan dermaga juga cukup jauh sehingga bantuan tidak dapat diturunkan secara langsung dari kapal.

Alternatif jalur laut juga menghadapi kendala karena kondisi ombak yang cukup tinggi. Tim kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan menggunakan kapal open deck milik warga untuk melanjutkan distribusi.

Bantuan dipindahkan dari armada pengangkut ke kapal open deck di tengah laut sebelum dibawa menuju lokasi dan diserahkan kepada masyarakat terdampak.

Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung mengatakan keterlibatan BPOLBF merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah mempercepat distribusi kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

"BPOLBF berkomitmen untuk mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi wilayah kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri, sehingga proses distribusi membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan kesiapan untuk menyesuaikan strategi di lapangan," ujarnya.

Ia mengatakan BPOLBF akan terus mendukung penanganan dampak bencana sesuai kapasitas dan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait.

Kolaborasi lintas sektor, kata dia, menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan akses, tetap dapat terpenuhi.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.