Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan kepala distrik untuk memverifikasi calon penerima bantuan pendidikan guna memastikan beasiswa pemerintah diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar penduduk Nabire.

Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Rabu, mengatakan seluruh proposal bantuan pendidikan mahasiswa saat ini dikumpulkan secara berjenjang melalui kepala distrik dan dilengkapi dokumen kependudukan orang tua.

“Ketika kita memberikan bantuan pendidikan, saya butuh data riil. Proposal harus dilampirkan KTP dan KK orang tua supaya identitasnya jelas,” katanya.

Ia menjelaskan, mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran karena kepala distrik dinilai lebih mengetahui kondisi dan data penduduk di wilayah masing-masing.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire nantinya tidak lagi menerima proposal bantuan pendidikan secara langsung. Seluruh proposal akan dihimpun kepala distrik berdasarkan data penduduk di wilayahnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan bantuan meskipun nilainya terbatas karena pendidikan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan keluarga.

“Saat ini sudah banyak proposal mahasiswa yang telah dihimpun kepala distrik untuk selanjutnya diseleksi dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah,” katanya.

Menurutnya, verifikasi berdasarkan data kependudukan diperlukan karena sebelumnya terdapat bantuan pendidikan yang tidak tepat sasaran.

Ia mencontohkan, mahasiswa yang tinggal di Asrama Nabire di Jayapura dan Manokwari ternyata yang tidak seluruhnya merupakan anak-anak Nabire.

Karena itu, ia meminta kepala distrik memastikan calon penerima bantuan merupakan penduduk Nabire dengan melengkapi identitas kependudukan sebelum proposal diteruskan kepada pemerintah daerah.

Ia berharap mekanisme tersebut membuat penyaluran bantuan pendidikan lebih tepat sasaran sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar kepada mahasiswa asal Nabire untuk memperoleh dukungan pemerintah daerah.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.