Pemkab Natuna manfaatkan Nusantara Sehat guna penuhi kebutuhan dokter

Senin, 28 September 2026 20:27 WIB

Image Print

Dokter gigi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau memanfaatkan program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memenuhi kebutuhan dokter di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah di Natuna, Senin, mengatakan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di daerah itu masih kekurangan tenaga dokter dan apoteker.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan tambahan tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan tersebut.

"Saat ini beberapa dokter gigi, apoteker, dan dokter umum kita manfaatkan melalui program Nusantara Sehat," ucapnya.

Selain program Nusantara Sehat, pihaknya juga memanfaatkan program pendayagunaan dokter spesialis (PPDS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Natuna.

Pemkab Natuna masih kesulitan mendapatkan dokter definitif. Kondisi tersebut bukan disebabkan keterbatasan formasi, melainkan minim dokter yang berminat untuk melamar atau mendaftar.

"Jadi kita upayakan meminta bantuan dari Kemenkes. Setiap usulan yang kita kirim juga menyesuaikan dengan kesediaan dokter dan apakah mereka bersedia mengikuti program yang dibuka Kemenkes," katanya.

Hikmat menjelaskan salah satu tenaga medis yang masih dibutuhkan di Natuna adalah dokter gigi, terutama untuk ditempatkan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Dinkes Natuna mencatat terdapat empat puskesmas yang hingga kini belum memiliki dokter gigi, yakni Puskesmas Bunguran Selatan, Batubi, Pulau Tiga, dan Sedanau.

“Beberapa puskesmas ini berada di wilayah kepulauan. Namun, kami terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter agar pelayanan kesehatan di wilayah tersebut tetap berjalan optimal,” ujar dia.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.