Pemkab Rejang Lebong optimalkan "tapping box" cegah kebocoran PAD - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memasang 60 unit alat perekam transaksi usaha atau tapping box guna mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) serta mencegah kebocoran pajak di wilayah itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja usai meluncurkan pemasangan tapping box di salah satu rumah makan di Kecamatan Curup Timur, Senin, mengatakan hadirnya inovasi berbasis digital tersebut bukan untuk membebankan pelaku usaha, melainkan memungut pajak dari konsumen yang menikmati layanan kuliner, perhotelan, hingga hiburan.
"Sebanyak 60 unit 'tapping box' ini telah rampung dipasang pada 60 wajib pajak yang tersebar di beberapa kecamatan di Rejang Lebong. Seluruh alat tersebut kini berstatus terpasang dan siap beroperasi secara real-time," kata Hendri.
Dia menjelaskan, Pemkab Rejang Lebong terus berkomitmen melakukan penguatan tata kelola keuangan daerah berbasis digital sebagai pilar utama pembiayaan pembangunan daerah.
Menurut dia, optimalisasi penerimaan pajak daerah bukan lagi sekadar target angka, melainkan sebuah keharusan demi mewujudkan kemandirian fiskal Kabupaten Rejang Lebong.
Pemasangan alat perekam transaksi usaha ini, kata dia, dilakukan atas kerja sama Pemkab Rejang Lebong dengan Bank Bengkulu sebagai bank mitra pemerintah daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi menyatakan pemasangan "tapping box" bertujuan memastikan pajak daerah yang dipungut dari masyarakat tidak dimanipulasi, baik oleh pelaku usaha maupun petugas penarik pajak.
Sistem perekaman transaksi secara otomatis dinilai efektif menekan potensi kebocoran PAD akibat pelaporan mandiri (self-assessment) yang tidak akurat.
"Selama ini masyarakat sudah membayar pajak 10 persen saat bertransaksi, tetapi penerimaannya kerap tidak optimal karena omzet yang dilaporkan menggunakan self-assessment. Alat ini disediakan untuk mencatat transaksi secara transparan sehingga tidak ada lagi kebocoran PAD," kata Iswahyudi.
Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.