Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menerima program rehabilitasi untuk 76 sekolah pada 2026 guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.

Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Sabtu mengatakan program rehabilitasi yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi kesempatan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang membutuhkan penanganan.

"Kami meminta seluruh guru dan siswa memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dirawat agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya," katanya.

Ia menjelaskan Kabupaten Solok menerima program rehabilitasi untuk 12 sekolah pada 2025 yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Pada 2026, jumlah sekolah yang menerima program tersebut meningkat menjadi 76 sekolah dengan cakupan jenjang SD, SMP, dan sekolah menengah atas (SMA).

Bupati Solok mengharapkan program tersebut dapat membantu sekolah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang lebih layak.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Solok lebih aktif mengusulkan sekolah yang membutuhkan perbaikan agar memperoleh dukungan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Jon menargetkan sebanyak 800 sekolah yang telah didaftarkan dapat memperoleh program revitalisasi selama periode kepemimpinannya untuk memperluas akses satuan pendidikan terhadap fasilitas yang memadai.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Khairullah mengatakan program revitalisasi dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dengan mengutamakan perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran.

Ia menjelaskan perbaikan fasilitas sekolah mencakup sejumlah kebutuhan dasar, seperti atap bangunan yang bocor, toilet, lantai, serta sarana pendukung lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Selain perbaikan fisik bangunan, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.

Khairullah mengatakan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan perlu diikuti dengan pemanfaatan sarana secara optimal agar bantuan pemerintah memberikan manfaat bagi siswa dan tenaga pendidik.

Salah satu upaya digitalisasi pembelajaran dilakukan melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Menurut dia, penggunaan teknologi tersebut diharapkan membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman belajar berbasis digital kepada siswa.

Ia menambahkan revitalisasi bangunan dan digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Solok diharapkan terus mengusulkan sekolah yang membutuhkan perbaikan, merawat fasilitas yang telah dibangun, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.