Pemkab Tabalong berikan bantuan 8 ribu liter BBM untuk UPBS - ANTARA News Kalimantan Selatan
Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan bantuan 8 ribu liter BBM jenis Dexlite dan Pertamax untuk 95 Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) guna kelancaran operasional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani menyampaikan bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam penanganan karhutla.
"Bantuan BBM ini wujud dukungan pemerintah daerah guna kelancaran operasional para relawan," jelas Noor Rifani, Kamis.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kerja keras para relawan UPBS maupun pemadam kebakaran yang berjuang keras dalam penanganan karhutla bersama jajaran BPBD setempat, Forkopimda dan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabalong Haris Fakhorzi mengatakan distribusi bantuan BBM ini menggandeng SPBU Gunung Batu dan SPBU Kasiau Kecamatan Murung Pudak.
“Tahap pertama bantuan kita berikan merata dan selanjutnya tergantung keaktifan para UPBS," jelas Haris.
Baca juga: Puluhan ASN Tabalong ikuti shalat istisqa
Selanjutnya pada saat pengisian BBM di SPBU sarana operasional UPBS diprioritaskan dan akan dibagi per wilayah dimana UPBS terjauh diberi tambahan volume pengisian BBM.
Salah satu relawan dari UPBS Prema Keluhan Mabuun, Anwar mengatakan biasanya kebutuhan BBM dalam satu bulan mencapai 50 liter untuk operasional mobil pikup, mobil tangki dan satu mobil jenis Toyota.
"Musim kemarau dan karhutla seperti sekarang kebutuhan BBM jadi meningkat karena itu kami sangat berterima kasih atas bantuan BBM untuk operasional UPBS," ungkap Anwar.
Selain mendapat bantuan BBM para relawan juga menerima asuransi BPJS Ketenagakerjaan, wujud perhatian Pemkab Tabalong.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.