Pemkab Temanggung menggandeng PT Djarum bangun 27 RTLH

Rabu, 30 September 2026 16:51 WIB

Image Print

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei memberi penjelasan kepada wartawan, di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung bersama PT Djarum menandatangani kerja sama pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebanyak 27 RTLH.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, di Temanggung, Rabu, menyampaikan nilai bantuan untuk setiap rumah mencapai sekitar Rp79 juta, yang mencakup kebutuhan pembangunan rumah.

Sebanyak 27 rumah tersebut tersebar di Desa Jamusan sebanyak enam rumah, Kertosari di Kecamatan Jumo empat rumah, Wonoboyo dua rumah, Gandu Kecamatan Tembarak lima rumah, Kemloko delapan rumah, dan Pendowo dua rumah.

Menurut dia, Pemkab Temanggung menyebut jumlah bantuan tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan sejumlah kabupaten/kota di sekitar Temanggung yang juga mendapatkan dukungan serupa dari PT Djarum.

"Kalau dibandingkan dengan kabupaten sekitar, di Salatiga hanya 10 rumah yang dibantu Djarum. Di Wonogiri, Brebes, dan Semarang juga sekitar 10 rumah. Sedangkan di Kabupaten Temanggung ada 27 rumah," katanya pula.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Temanggung dari tujuh kabupaten/kota penerima bantuan, jumlah rumah yang mendapatkan bantuan PT Djarum di Temanggung tercatat paling banyak.

Program tersebut juga tidak membebankan biaya swadaya kepada penerima bantuan. Biaya tenaga tukang, termasuk kebutuhan makan dan minum selama proses pembangunan ditanggung oleh PT Djarum.

"Pemilik rumah tinggal membuka pintu. Tidak perlu swadaya, karena tukang sudah dibayar PT Djarum, termasuk makan dan minumnya," katanya lagi.

Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang masih terdapat di wilayah tersebut.

Berdasarkan data tahun 2025, masih terdapat sekitar 13.000 rumah tidak layak huni di Kabupaten Temanggung. Karena itu, dukungan dari pihak swasta dinilai dapat membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan RTLH.

Jumlah bantuan dari PT Djarum pada tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 Temanggung mendapatkan bantuan untuk 12 rumah, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 27 rumah. Peningkatan tersebut disebut tidak terlepas dari komunikasi dan kerja sama yang terjalin antara Pemkab Temanggung dengan PT Djarum.

"Kalau kita sandingkan dengan tahun kemarin, bantuan Djarum hanya 12 rumah. Tahun ini menjadi 27 rumah. Kenaikannya luar biasa, berkat komunikasi yang baik dengan Djarum," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.