Pemkot Jayapura segera pastikan penyebab kematian ribuan ikan bandeng
Pemkot Jayapura segera pastikan penyebab kematian ribuan ikan bandeng
Selasa, 29 September 2026 09:33 WIB
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru. ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua segera memastikan penyebab kematian 7.000 ikan yang mati di Venue Dayung, Distrik Jayapura Selatan.
"Pemerintah perlu segera memastikan penyebab kematian ikan tersebut, khususnya karena terdapat dugaan persoalan kualitas lingkungan dan air di sekitar lokasi keramba," kata Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru di Jayapura, Senin.
Kematian ribuan ikan bandeng yang dipelihara masyarakat menggunakan keramba di kawasan Venue Dayung disampaikan oleh masyarakat dalam kegiatan ruang publik melalui program "Torang Tanya Wali Kota Jawab", Senin.
Menurut Rustan, yang sangat perlu dikukan hari ini adalah berkaitan dengan keramba masyarakat di Venue Dayung yang memelihara ikan bandeng.
"Begitu ikan ditebar di keramba, beberapa saat kemudian sudah mati. Artinya, ada persoalan lingkungan yang perlu kita antisipasi," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya telah mengerahkan tim lintas sektor untuk melakukan pemeriksaan di lokasi di mana tim tersebut melibatkan perangkat daerah yang menangani perikanan, lingkungan hidup, PUPR, serta pariwisata.
"Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ikan bandeng mati dalam jumlah besar. Pemerintah juga akan mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita akan mengecek faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan ikan ini cepat mati," katanya.
Dia menambahkan, selain mengambil sampel di kawasan Venue Dayung, pihaknya juga berencana melakukan pengambilan sampel pembanding di wilayah lai termasuk Kampung Tobati dan Kampung Enggros.
"Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah persoalan kualitas air hanya terjadi di sekitar Venue Dayung atau terjadi pada wilayah perairan lainnya," ujarnya.
Sekretaris Kelompok Menduk Sau Mandiri, Lurah Sanyi mengatakan kematian ikan bandeng tersebut tidak hanya menimpa ikan hasil budidaya tetapi juga bibit ikan yang merupakan bantuan Pemkot Jayapura kepada masyarakat di tiga kampung, yakni Tobati, Enggros dan Nafri.
"Total ikan yang mati mencapai sekitar 7.000 ekor, terdiri atas sekitar 2.000 ekor milik kami sendiri dan 5.000 ekor bantuan Pemkot Jayapura," katanya.
Pihaknya menilai kematian ikan terjadi setelah hujan dan diduga berkaitan dengan masuknya limbah melalui aliran Kali Acai yang kemudian berdampak pada kawasan Venue Dayung.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026