Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendukung layanan operasional RSUD H Moh Ruslan Mataram, karena alat lama dalam keadaan rusak.

"MRI di RSUD H Moh Ruslan Mataram sudah beberapa bulan rusak, sementara untuk diperbaiki sangat rumit sehingga tidak memungkinkan dan perlu beli baru," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin.

Namun untuk membeli alat yang baru, katanya, kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan, apalagi harganya relatif mahal yakni dengan kisaran Rp35 miliar, itu pun tergantung dari spesifikasinya.

Terkait dengan itu, agar layanan MRI segera kembali beroperasi, pihak RSUD H Moh Ruslan Mataram, sudah mengirim proposal bantuan ke Kemenkes untuk mendapatkan dukungan atau alokasi dana bantuan pemerintah.  

"Bantuan itu sepenuhnya untuk pengadaan MRI guna memenuhi sarana, prasarana, alat kesehatan, guna peningkatan mutu pelayanan kesehatan di daerah," katanya.

Apalagi RSUD H Moh Ruslan Mataram saat ini ingin meningkatkan layanan dengan menambah fasilitas ruang rawat inap dan poliklinik yang juga menjadi prioritas karena RSUD H Moh Ruslan Mataram merupakan rumah sakit rujukan.

"Dalam hal ini, kami tentu harus mempertimbangkan mana yang lebih prioritas," katanya.

Terkait dengan itu, Direktur RSUD H Moh Ruslan Mataram diminta lebih kreatif tidak hanya dalam program tapi juga untuk peningkatan kualitas infrastruktur, karena untuk SDM di RSUD H Moh Ruslan Mataram sudah bagus tinggal didukung dengan infrastruktur.

Direktur RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram dr Hj Eka Nurhayati sebelumnya mengatakan, alat pemindaian medis itu dilaporkan telah rusak selama beberapa bulan dan tidak dapat diperbaiki lagi karena faktor usia sehingga berdampak langsung terhadap pelayanan rumah sakit.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena alat MRI di RSUD Provinsi NTB yang selama ini menjadi tujuan rujukan juga mengalami kerusakan, sehingga pasien yang membutuhkan tindakan MRI terpaksa dirujuk ke luar daerah, termasuk ke Bali.

"Dengan kerusakan MRI di RSUD Mataram, pasien kami rujuk ke luar daerah sebab di NTB tidak ada lagi rumah sakit yang punya MRI," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026