Pemkot Padang Panjang targetkan bebas binatang pembawa penyakit pada HJK ke-238
Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menargetkan daerah itu bebas dari binatang pembawa penyakit seperti nyamuk, tikus, kecoa, dan vektor lainnya pada peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-238 yang diperingati pada 1 Desember 2026.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis di sela Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit bagi Tenaga Entomolog Kesehatan di The Valmont Hotel Bukittinggi, Kamis, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang sehat melalui penguatan surveilans dan pengendalian vektor penyakit.
"Kalau memungkinkan, kita ingin mendeklarasikan Padang Panjang sebagai kota bebas binatang pembawa penyakit. Jika target tersebut berhasil diwujudkan, Padang Panjang diyakini dapat menjadi daerah percontohan dalam pengendalian vektor penyakit," katanya.
Menurut Hendri, keberhasilan mewujudkan target tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan kunjungan ke daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau ini tercapai, saya yakin banyak daerah yang akan datang untuk melakukan studi banding dan melihat langsung bagaimana Padang Panjang bisa bebas dari binatang pembawa penyakit," ujarnya.
Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit diikuti 30 tenaga kesehatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan surveilans, pengendalian, dan pencegahan penyakit yang ditularkan melalui berbagai vektor.
Hendri berharap peserta tidak hanya memahami materi pelatihan secara teori, tetapi juga menerapkannya di wilayah kerja masing-masing melalui penguatan koordinasi dan edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang dr. Sonya Themiarto mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas petugas lapangan agar mampu mendeteksi potensi penyebaran penyakit sejak dini, memetakan wilayah berisiko, serta menyusun langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.
"Dinas Kesehatan siap mendukung penuh visi Wali Kota dalam mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang sehat dan bebas dari penyakit yang ditularkan melalui binatang pembawa penyakit," kata Sonya.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang Harry Rizka Perdana, peserta pelatihan, dan sejumlah pihak terkait.