Pemkot Samarinda lanjutkan normalisasi SKM November 2026 - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, siap melanjutkan proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di sektor Kelurahan Pelita pada November 2026 dengan menggunakan alokasi anggaran daerah yang telah dipersiapkan tahun ini.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Jumat,menjelaskan bahwa kelanjutan proyek tersebut merupakan komitmen prioritas pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengendalian banjir di Kota Tepian.
"Kalau yang di bulan sebelas (November) yang akan kita eksekusi di sektor Pelita, meliputi dua kelurahan. Anggarannya sudah ada tahun ini," ujar Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meninjau bantaran SKM di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim, Samarinda.
Sementara untuk penataan lanjutan di kawasan Jalan Tarmidzi dan Jalan Abdul Muthalib, Pemkot Samarinda mengagendakannya pada tahun 2027.
Saat ini, lanjut Andi Harun, pemkot tengah mematangkan perencanaan penataan kawasan agar integrasi fungsi ruang berjalan optimal.
Andi Harun menjelaskan bahwa proyek penataan ini juga akan menyasar kawasan Sungai Dama, yang mencakup pelebaran jalan, pembangunan trotoar, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota sempat berdialog dengan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan komunitas pencinta catur setempat.
Ia memastikan aktivitas sosial komunitas tersebut akan tetap dipertahankan namun ditata ulang agar selaras dengan estetika kota.
"Kita akan pertahankan sebagai sesuatu yang bersejarah. Kita tata supaya meeting point komunitas catur tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu estetika kawasan,” katanya.
Selain itu, Andi Harun menginstruksikan camat dan lurah Sungai Dama untuk bermusyawarah dengan warga terkait keberadaan dua masjid yang berdekatan di Gang Ara Jelawat.
Jika masyarakat sepakat, pemkot akan mengintegrasikan fasilitas ibadah tersebut ke dalam konsep penataan kawasan yang baru.
Dalam jangka panjang, Pemkot Samarinda juga menggagas integrasi kawasan SKM dengan sektor pariwisata kota, salah satunya lewat revitalisasi transportasi air tradisional, Tambangan.
Tambanga tersebut rencananya didesain ulang menjadi lebih besar dengan kapasitas 10 hingga 40 penumpang tanpa menghilangkan bentuk aslinya, serta diproyeksikan terkoneksi dengan kawasan Teras Samarinda dan kawasan pecinan.
Andi Harun menegaskan seluruh rencana strategis ini akan dieksekusi secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta menjajaki peluang dukungan dana dari pemerintah pusat.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.