Pemkot Tegal tawarkan investasi di daerah lewat ajang CJIBF 2026di Jakarta
Pemkot Tegal tawarkan investasi di daerah lewat ajang CJIBF 2026di Jakarta
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:19 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono pada acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Tegal)
Tegal (ANTARA) - Pemerintah Kota Tegal Jawa Tengah, menawarkan investasi di daerah itu lewat ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbanyak lapangan kerja.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di Tegal, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya komitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
"Bagi Kota Tegal, keikutsertaan dalam CJIBF 2026 pada 27 Agustus tidak hanya menjadi ajang promosi potensi daerah tetapi juga dimanfaatkan untuk menawarkan peluang investasi yang dapat dikembangkan oleh dunia usaha," katanya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal Sartono Eko Saputro mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam Investment Challenge dengan mengusulkan pembangunan Pusat Perbengkelan Otomotif Modern di kawasan eks Pasar Beras Martoloyo, Kota Tegal.
"Pada kegiatan itu, kami mengikutsertakan aset-aset prospektif milik pemerintah daerah. Ada 11 lokasi yang kami tawarkan untuk kerja sama investasi," katanya.
Ia berharap potensi tersebut dapat menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di daerah ini.
Menurut dia, salah satu capaian penting dari forum tersebut adalah penandatanganan Letter of Interest (LoI) dari PT Hailex Technology asal Hong Kong yang menyatakan minat berinvestasi di Kota Tegal melalui pembangunan pabrik sepatu dengan nilai investasi mencapai Rp175 miliar.
Proyek tersebut, kata dia, diproyeksikan mampu menyerap sekitar 700 tenaga kerja.
"LoI dari PT Hailex Technology menjadi sinyal positif bagi Kota Tegal. Investasi ini tidak hanya menambah aktivitas ekonomi tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya membangun ekosistem investasi yang memberikan kepastian bagi dunia usaha di antaranya melalui penataan regulasi dan tata ruang agar pengembangan investasi berjalan selaras dengan kepentingan pembangunan daerah.
Perubahan Peraturan Daerah tentang RTRW diharapkan mampu mewujudkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Bapak Wali Kota berharap iklim investasi yang kondusif, didukung kemudahan dalam perizinan, mampu menarik investasi yang lebih banyak ke daerah ini," katanya.
Baca juga: Kota Tegal raih penghargaan terbaik ke-2 kategori akses dan kualitas layanan kesehatan
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.