Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan dukungan moral kepada keluarga dan lima jurnalis serta tiga awak kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas liputan.

"Kami melakukan aksi ini karena memang bapak gubernur menyampaikan agar supaya dari Bengkulu diadakan doa bersama ini. Jadi instruksi bapak gubernur untuk dilakukan bersama-sama Antara, Kominfo dan seluruh awak media yang ada di Bengkulu," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Alesa di Bengkulu, Rabu.

Baca juga: Masyarakat Bengkulu dan media gelar doa bagi lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda

Nelly mengatakan dukungan tersebut diberikan karena insan pers merupakan bagian dari keluarga besar Dinas Kominfotik, sehingga pemerintah daerah perlu turut memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami para jurnalis tersebut.

Saat ini, dukungan dalam bentuk apapun diperlukan bersamaan dengan upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak ketika hendak meliput kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Biro Antara Bengkulu Anom Prihantoro mengapresiasi pelaksanaan doa bersama tersebut karena salah satu dari lima jurnalis yang hilang merupakan jurnalis Antara.

"Saya mengapresiasi kegiatan doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang ketika mengambil gambar peristiwa erupsi Anak Gunung Krakatau dan kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, satu dari lima jurnalis itu adalah jurnalis Antara," kata Anom.

Dia mengatakan salah satu jurnalis yang hilang juga merupakan teman yang dikenalnya secara pribadi dan bertugas mengambil foto dalam peliputan.

"Yang satu lagi adalah kenalan dan teman saya Muhammad Bagus Khoirunnas yang bertugas sebagai jurnalis foto. Saya mengenalnya pribadi yang baik. Dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi jalur langit untuk melangitkan doa kita di tengah upaya tim SAR mencari korban," ujarnya.

Pewarta: Tania.R
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.