Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat menghemat penggunaan listrik untuk menjaga pasokan daya listrik selama pemulihan gangguan sistem interkoneksi Kalimantan yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah yang hingga kini masih berlangsung.

Gubernur Kalsel Muhidin di Banjarbaru, Senin, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) untuk memastikan penyebab gangguan, sekaligus memantau percepatan pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor usaha.

“Saat ini ada kebocoran boiler pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah yang sedang diperbaiki. Selain itu juga ada kerusakan generator di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. Jadi ada dua gangguan yang masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.

Ia mengatakan PLN menargetkan proses perbaikan kedua gangguan tersebut selesai pada awal Agustus 2026, sehingga kemampuan pasok sistem interkoneksi kembali normal dan pelayanan kelistrikan bagi pelanggan di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah pulih secara bertahap.

“Saya minta kepada masyarakat, kalau bisa mengurangi pemakaian listrik sekitar 40 persen saja, terutama malam hari. Insya Allah dengan begitu sistem bisa lebih stabil sehingga pasokan listrik dapat dinikmati secara merata,” katanya.

Ia menyampaikan, rumah kediaman gubernur juga mengalami pemadaman listrik bergiliran, namun aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan dukungan genset, sambil bersabar menunggu PLN mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menjelaskan, penurunan kemampuan pasok daya Sistem Interkoneksi Kalimantan terjadi akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP), sehingga pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi terbatas.

“Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung,” ujar dia.

Ia mengatakan, PLN telah mengerahkan personel dan sumber daya terbaik untuk mempercepat pemulihan seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan. 

PLN juga mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00–21.00 WITA, dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan hemat energi guna membantu menjaga kecukupan pasokan listrik hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi normal.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.