Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menyalurkan 52,4 ton beras bantuan pangan tahap kedua untuk masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak bencana hidrometeorologi dan kekeringan berkepanjangan.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Sabtu, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk respons cepat Pemprov Kaltim terhadap kondisi darurat yang terjadi di Mahakam Ulu.

"Kami memfasilitasi bagaimana cadangan pangan di Kabupaten Mahakam Ulu bisa terpenuhi. Karena status darurat di Mahakam Ulu akibat bencana hidrometeorologi dan kekeringan, kita tanggap merespons hal itu," ujarnya saat Serah Terima Penyaluran Pangan kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu di Gudang Bulog Cabang Samarinda.

Sebelumnya pada 17 Agustus 2026, Pemprov Kaltim telah melepas penyaluran bantuan pangan tahap pertama.

Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari yang mencakup sekitar 3.100 kepala keluarga.

Pada penyaluran tahap kedua ini, Pemprov Kaltim menyalurkan 52.425 kilogram atau 52,4 ton beras sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan cadangan pangan di wilayah hulu Sungai Mahakam.

Berbeda dengan tahap pertama, penyaluran pangan tahap kedua ini ditargetkan menyasar lebih dari 4.200 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima kecamatan terdampak di Mahakam Ulu.

Bantuan stimulan ini diproyeksikan mampu menopang kebutuhan pokok masyarakat selama satu bulan ke depan, sembari menunggu evaluasi berkala terhadap kondisi cuaca dan ketersediaan pangan di lapangan.

Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim dan Perum Bulog atas dukungan yang diberikan di tengah kondisi kekeringan tersebut.

Angela berharap sinergi antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahakam Ulu terus berlanjut sehingga ketersediaan pangan serta kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data dari Pemkab Mahakam Ulu, fenomena hidrometeorologi dan kemarau panjang sejak Juni lalu telah mengakibatkan sedikitnya 150 hektare lahan pertanian warga mengalami gagal panen.

Kondisi ini memicu penurunan drastis pada produksi padi gunung yang menjadi komoditas pangan utama masyarakat lokal, sehingga intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah kerawanan pangan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian, dan Kesra Puguh Harjanto mengatakan kondisi kemarau berkepanjangan yang berlangsung sejak Juni menjadi perhatian bersama, terutama dalam mengantisipasi kerawanan bencana dan pangan.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada sejumlah sektor pelayanan masyarakat.

Karena itu, kebijakan pangan perlu diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan berdasarkan data lapangan sekaligus mengendalikan potensi lonjakan harga.

"Pemerintah hadir dengan upaya pengendalian lonjakan harga dalam menjaga inflasi Kalimantan Timur," jelas Puguh.

Pengiriman bantuan logistik ini bersumber dari alokasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Provinsi Kaltim.

Mengingat kondisi kemarau yang menyebabkan debit air Sungai Mahakam menyusut drastis, proses pendistribusian dari Samarinda menuju wilayah hulu akan dikombinasikan menggunakan jalur darat dan perahu ketinting kecil guna memastikan bantuan tetap sampai ke kawasan pedalaman yang terisolasi.

Penyaluran bantuan pangan ini secara resmi diserahkan Pemprov Kaltim kepada Pemkab Mahakam Ulu untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.