Pemprov Lampung ajukan tambahan buffer stock antisipasi dampak bencana alam
Pemprov Lampung ajukan tambahan buffer stock antisipasi dampak bencana alam
Kamis, 10 September 2026 17:34 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Aswarodi memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kami sudah menyampaikan surat permohonan dari Gubernur Lampung kepada BNPB terkait buffer stock
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajukan tambahan buffer stock ke pemerintah pusat untuk mengantisipasi adanya dampak bencana alam di wilayahnya.
"Kami sudah menyampaikan surat permohonan dari Gubernur Lampung kepada BNPB terkait buffer stock, untuk mengamankan stok persediaan cadangan terkait bencana alam yang terjadi di sini seperti erupsi Gunung Anak Krakatau dan kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Aswarodi di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi Lampung telah mengajukan bantuan berupa masker sebanyak 500 ribu unit, hand sanitizer sebanyak 500 ribu botol.
"Kemudian ada usulan tambahan bantuan berupa peralatan kebersihan 1.000 paket, sprayer pemadam kebakaran 300 unit, oksigen 200 unit, dan tenda pengungsi 10 unit," katanya.
Dia melanjutkan usulan tambahan buffer stock dari BNPB tersebut diperkirakan akan sampai, dan didistribusikan dalam satu hingga dua hari mendatang.
"Kami terus pantau perkembangannya, begitu tambahan buffer stock sampai akan langsung kami distribusikan ke kabupaten dan kota yang menjadi prioritas akibat terdampak dan yang terdekat dengan lokasi bencana," ucap dia.
Ia melanjutkan sebelumnya pihaknya pun telah memiliki ketersediaan buffer stock, dalam mengatasi adanya bencana alam yang sudah dibagikan ke masyarakat.
"Sebelumnya kami sudah mendistribusikan bantuan dari buffer stock yang tersedia di BPBD, terdiri dari masker kain sebanyak 20 ribu buah, dari stok yang ada 24 ribu buah. Jadi saat ini sisa stoknya kurang lebih 4.000 buah," tambahnya.
Menurut dia, penyaluran 20 ribu unit masker kain tersebut dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 6.000 unit dengan sasaran beberapa desa yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau seperti Desa Maja.
Kemudian di Kabupaten Pesawaran sebanyak 3.000 unit masker di Desa Cilimus dan Hanura, Kabupaten Tanggamus 3.500 unit, Lampung Tengah 2.000 unit, Lampung Utara seribu unit, Pringsewu seribu unit, Kota Bandarlampung 2.000 unit, dan Pesisir Barat 1.500 unit.
"Ini memang masih belum cukup, sehingga kami masih menunggu bantuan dari BNPB datang untuk segera didistribusikan, karena memang diketahui masker di pasaran agak langka, dan masyarakat sangat membutuhkan," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.