Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah di Kepulauan Nias.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengharapkan sinergi ini memperkuat fasilitas dan kualitas layanan puskesmas sebagai sebagai garda terdepan melayani masyarakat Nias.

"Tadi ada beberapa yang kita lihat, perlu ada perbaikan. Memang kita lagi mengejar kapasitas dari puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, sehingga fasilitas bertambah," kata dia setelah mengunjungi Puskesmas Botombawo di Kabupaten Nias, Kamis.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemprov Sumut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias atas rencana peningkatan kapasitas layanan puskesmas ini.

Dengan perencanaan yang terintegrasi, lanjut dia, alokasi bantuan keuangan diharapkan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan bagi pelayanan kesehatan di daerah.

"Untuk pelayanannya cukup baik. Tetapi tadi yang disampaikan kepala puskesmas ada kekurangan jumlah tempat tidur, peralatan medis, ruangan, dan jaringan listrik," ucapnya.

Pemprov Sumut menargetkan akan meningkatkan fasilitas dan layanan sebanyak 20 puskesmas yang tersebar di kabupaten/kota se-Sumut menjadi puskesmas rawat inap tahun ini.

Salah satunya Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap dengan penambahan fasilitas, layanan rawat inap, tempat tidur, serta tenaga kesehatan pada 2026.

"Melalui program ini, maka peningkatan pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi. Jadi perencanaannya kita kolaborasi dengan Pemkab Nias," kata Surya.

Bupati Nias Ya'atulo Gulo mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut yang terus melakukan kunjungan ke wilayah Kepulauan Nias untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan.

"Dukungan itu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya penguatan sektor kesehatan dan pendidikan," katanya.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.