Pendapatan Bea Cukai di Bali tumbuh 7,35 persen berkat sektor pariwisata - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali mencatat sektor pariwisata masih berperan mendongkrak pendapatan bea dan cukai di Pulau Dewata yang tumbuh 7,35 persen per Agustus 2026.
“Per Agustus 2026 itu sudah masuk hampir Rp950 miliar pendapatan dari bea dan cukai,” kata Kepala DJPb Bali Supendi di Denpasar, Selasa.
Jika dibandingkan pada periode sama 2025, pendapatan bea dan cukai di Bali saat itu mencapai Rp884,6 miliar.
Berdasarkan pemaparan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Denpasar I Made Aryana, realisasi penerimaan bea dan cukai itu sudah mencapai 60,29 persen dari total target Rp1,57 triliun.
Secara proporsi, penerimaan itu didominasi oleh pendapatan cukai dari minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar 87,83 persen, sisanya bea masuk 9,93 persen dan cukai hasil tembakau sebesar 1,51 persen.
Adapun realisasi penerimaan cukai per Agustus 2026 mencapai Rp834 miliar atau naik 8,5 persen dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp774,5 miliar.
Peningkatan itu didorong oleh peningkatan produksi MMEA pada Agustus 2026 sebesar 9,93 persen secara tahunan dengan komposisi MMEA golongan A sebanyak 20,27 persen, golongan B sebanyak 34,55 persen dan MMEA golongan C sebanyak 45,19 persen.
Sebagai gambaran MMEA golongan A adalah minuman dengan kadar alkohol hingga 5 persen, kemudian golongan B itu 5-20 persen dan golongan C yaitu minuman dengan kadar alkohol 20-55 persen.
Peningkatan penerimaan cukai MMEA itu diperkirakan seiring kebutuhan wisatawan asing yang banyak mengunjungi Bali untuk berlibur.
Sementara itu, penerimaan cukai dari hasil tembakau juga tumbuh 41,75 persen mencapai Rp14,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp10 miliar.
Di sisi lain, bea masuk mengalami kontraksi 2,12 persen dengan realisasi mencapai Rp94,24 miliar karena menurunnya importasi sebesar 13,5 persen.
Realisasi bea masuk itu sudah 72 persen dari target tahun ini sebesar Rp130,26 miliar.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.