Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar mulai berjalan normal - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan penerbangan di Bandara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai berjalan normal seiring membaiknya jarak pandang setelah kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu operasional penerbangan.
"PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kondisi Bandara Internasional Supadio tetap kondusif, tertib dan aman, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan," kata General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti di Sungai Raya, Kalbar, Sabtu.
Dia memaparkan, sejumlah penumpang Lion Air Group yang belum dapat diberangkatkan pada 3-4 September 2026 mulai melanjutkan perjalanan setelah kondisi jarak pandang membaik dan memungkinkan penerbangan dilakukan dengan aman.
Sebagian penumpang juga memperoleh sejumlah pilihan kebijakan dari maskapai, termasuk pengembalian dana atau refund tiket penerbangan.
Maya mengatakan pihaknya membuka terminal penumpang untuk memfasilitasi calon penumpang Lion Air Group yang menunggu kepastian keberangkatan.
Bandara juga menyediakan fasilitas pelayanan, termasuk air minum kemasan, serta mengizinkan penumpang menunggu hingga menginap di area terminal sambil menunggu pengumuman terbaru mengenai status penerbangan dari maskapai.
"Jajaran personel dan manajemen Bandara Internasional Supadio turut mendampingi calon penumpang terdampak untuk memastikan pelayanan, memberikan ketenangan, serta menjaga situasi terminal tetap tertib dan aman," katanya.
Pada 3 September 2026, sebanyak 17 penerbangan Lion Air Group dibatalkan akibat terbatasnya jarak pandang. Namun, empat penerbangan berhasil diberangkatkan saat kondisi cuaca membaik.
Empat penerbangan tersebut masing-masing Lion Air JT 837 rute Pontianak-Surabaya, Super Air Jet IU 697 Pontianak-Jakarta, Lion Air JT 989 Pontianak-Batam, dan Super Air Jet IU 681 Pontianak-Jakarta.
Maya menjelaskan gangguan operasional dalam beberapa hari terakhir terjadi akibat kabut asap karhutla yang menyebabkan jarak pandang berubah secara dinamis dan berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Kondisi tersebut membuat pesawat yang akan mendarat maupun lepas landas harus menyesuaikan operasional dengan tingkat jarak pandang, sementara penerbangan dipantau secara berkala untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi.
"InJourney Airports bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan penumpang, sekaligus mengimbau maskapai segera menyampaikan informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui saluran resmi," kata Maya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.