Penerimaan Retribusi BLUD Puskesmas di Mataram mencapai Rp14,95 miliar
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan realisasi penerimaan Retribusi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di Kota Mataram mencapai Rp14,95 miliar atau 53 persen dari target Rp28,2 miliar lebih, pada semester pertama tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Kamis, mengatakan realisasi penerimaan Retribusi BLUD Puskesmas itu melampaui target yang ditetapkan pada semester I 2026.
"Dengan melihat cakupan tersebut, kami optimistis target retribusi BLUD Puskesmas bisa mencapai 106 persen, pada akhir tahun 2026," katanya.
Jika realisasi retribusi BLUD Puskesmas bisa mencapai 106 persen, katanya, maka cakupan retribusi melampaui realisasi tahun 2025, sebesar 102,9 persen.
Berdasarkan data, retribusi BLUD Puskesmas pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp26,582 miliar dengan realisasi Rp27,136 miliar lebih atau 102,9 persen.
Dikatakan, realisasi retribusi BLUD Puskesmas sebesar 53 persen pada semester pertama 2026 itu, termasuk dari klaim BPJS Kesehatan sebab sekitar 90 persen pendapatan bersumber dari BPJS, selain itu pasien umum, dan layanan lain yang dikembangkan.
Karena itu, untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi BLUD Puskesmas, pihaknya terus mendorong 11 puskesmas se-Kota Mataram untuk meningkatkan performa kerja, sumber daya manusia (SDM), dan peningkatan sarana dan prasarana.
"Semakin banyak inovasi layanan, maka semakin besar juga peluang pendapatan yang dihasilkan," katanya.
Namun demikian, puskesmas harus tetap memprioritaskan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif untuk berupaya mempertahankan atau meningkatkan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Enam puskesmas di Lombok Tengah jadi lokus pelayanan inklusi
Selain realisasi retribusi BLUD Puskesmas, katanya, capaian retribusi dari laboratorium kesehatan (Labkes) juga memberikan hasil yang sangat memuaskan dengan realisasi pada semester pertama tahun 2026, mencapai Rp340 juta atau 170 persen dari target Rp200 juta.
Dengan melihat realisasi itu, Dinkes Kota Mataram berencana akan menaikkan target retribusi Labkes hingga 150 persen atau Rp500 juta di tahun 2026.
"Kenaikan target retribusi Labkes, segera kami usulkan melalui APBD perubahan 2026," kata Emirald.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026