Penggunaan mobil listrik di Sumsel tumbuh dua kali lipat
Penggunaan mobil listrik di Sumsel tumbuh dua kali lipat
Minggu, 27 September 2026 10:45 WIB
PLN resmikan SPKLU Center pertama di Sumatera Selatan, bertempat di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Kota Palembang. ANTARA/HO-Humas PLN
Palembang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyebutkan penggunaan mobil listrik di Sumsel tumbuh lebih dari dua kali lipat atau mencapai 2.047 unit pada Juli 2026.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Palembang, Sabtu mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin pesat di Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong pihaknya untuk terus memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan pengisian daya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian SPKLU Center pertama di Sumatera Selatan, bertempat di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang yang tidak hanya menambah fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, tetapi menjadi bagian dari strategi PLN dalam menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Selatan.
Dia mengemukakan, berdasarkan data nasional mencatat jumlah mobil listrik di Sumsel mencapai 2.047 unit pada Juli 2026 atau meningkat signifikan dibandingkan 849 unit pada Desember 2025.
Menurutnya, pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dalam waktu sekitar tujuh bulan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, sekaligus menghadirkan kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang semakin mudah dijangkau dan andal.
"Pertumbuhan kendaraan listrik menjadi sinyal bagi PLN untuk memastikan perkembangan tersebut diikuti dengan kesiapan layanan kepada pelanggan," tegasnya.
Dia mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya.
Oleh sebab itu, pihaknya tidak hanya membangun titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Dia menjelaskan, SPKLU Center Demang Lebar Daun yang diresmikan tersebut dilengkapi empat unit pengisian daya baru dengan delapan port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW serta dua unit eksisting Fast Charging 2 berkapasitas 120 kW dan 180 kW.
"Kehadiran fasilitas ini sekaligus memperkuat jaringan layanan pengisian daya PLN UID S2JB di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu," katanya.
Dia menambahkan, saat ini PLN UID S2JB telah memiliki total 87 unit pengisi daya mobil listrik yang tersebar di 69 lokasi SPKLU, serta didukung satu unit SPKLU Mobile.
Untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia pula 40 unit fasilitas pengisian daya di 40 titik dan sebaran infrastruktur tersebut terus diperkuat agar penggunaan kendaraan listrik semakin praktis bagi masyarakat.
Menurut Diksi, pengembangan SPKLU tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik.
"Infrastruktur harus tumbuh mengikuti kebutuhan dan pola mobilitas masyarakat," jelasnya.
Tingginya kebutuhan terhadap layanan pengisian daya tercermin dari peningkatan pemanfaatan SPKLU di wilayah kerja PLN UID S2JB.
Jumlah transaksi pengisian daya meningkat dari 1.958 kali pada 2024 menjadi 11.726 kali pada 2025, bahkan hingga Agustus 2026, transaksi telah mencapai 28.176 kali.
Pertumbuhan juga terlihat dari konsumsi energi kendaraan listrik di mana pemakaian listrik melalui SPKLU meningkat dari 44.917 kWh pada 2024 menjadi 309.243 kWh pada 2025, dan telah mencapai 762.975 kWh hingga Agustus 2026.
Diksi menilai tren tersebut memperlihatkan bahwa layanan SPKLU semakin menjadi bagian dari kebutuhan kelistrikan masyarakat.
"Angka ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen sudah terjadi. PLN harus mampu mengantisipasi pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan layanan lebih awal, sehingga ketersediaan fasilitas pengisian daya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan kendaraan listrik," ujar Diksi.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tersebut juga menjadi bagian dari transformasi PLN dalam menghadirkan solusi energi yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
"Keberadaan SPKLU Center merupakan bagian dari kesiapan perusahaan dalam menjawab peningkatan populasi kendaraan listrik, sekaligus mendukung percepatan transisi energi dan terbentuknya gaya hidup rendah emisi," ujarnya.
Sementara, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyambut positif penguatan infrastruktur kendaraan listrik di Sumatera Selatan.
Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas pendukung agar masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik.
“Green energy menjadi salah satu solusi pengurangan polutan, diantaranya dengan penggunaan kendaraan listrik," kata Deru.
Menurutnya, Sumatera Selatan sangat menghargai para pengguna kendaraan listrik yang mendukung green energy melalui subsidi pajak bagi pengguna kendaraan listrik.
"Saya berterima kasih pada PLN yang telah menunjukkan keseriusan terhadap layanan. Kehadiran SPKLU Center dengan layanan fast charging ini diharapkan dapat membuat masyarakat semakin nyaman dan percaya menggunakan kendaraan listrik," ujar Herman Deru.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN sebut penggunaan mobil listrik di Sumsel tumbuh dua kali lipat
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026