Bagikan:

JAKARTA - Kendaraan energi baru atau NEV untuk pertama kalinya menguasai lebih dari 60 persen penjualan kendaraan baru di China pada Juli. Capaian itu terjadi saat pasar otomotif negara tersebut secara keseluruhan justru melemah.

China Daily disitat Minggu, 16 Agustus yang mengutip data China Association of Automobile Manufacturers atau CAAM, asosiasi produsen otomotif China, yang menunjukkan penjualan NEV pada Juli naik 23,7 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 1,561 juta unit. Jumlah itu setara 60,4 persen dari seluruh penjualan kendaraan baru.

Produksi NEV juga meningkat 26,8 persen menjadi 1,576 juta unit.

Data CAAM mencakup kendaraan penumpang dan komersial, serta penjualan di dalam negeri dan ekspor. Karena itu, angka tersebut memberikan gambaran lebih luas dibanding data ritel mobil penumpang yang sering digunakan sebagai acuan pasar.

Sepanjang Januari-Juli, produksi NEV mencapai 9,014 juta unit, naik 9,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualannya bertambah 9,6 persen menjadi 9,007 juta unit.

BACA JUGA:


Pangsa NEV sepanjang tujuh bulan pertama mencapai 51,2 persen dari total penjualan kendaraan baru. Ini menjadi pertama kalinya pangsanya menembus 50 persen.

Di saat NEV tumbuh kuat, pasar otomotif China secara keseluruhan justru melemah pada Juli.

Produksi kendaraan tercatat 2,573 juta unit, turun 6,8 persen dibanding Juni dan 0,7 persen dibanding Juli tahun lalu. Penjualan mencapai 2,584 juta unit, turun 8 persen secara bulanan dan 0,3 persen secara tahunan.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, produksi dan penjualan kendaraan sama-sama turun 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya, meski laju penurunannya mengecil dibanding enam bulan pertama.

Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengatakan Juli biasanya menjadi periode sepi bagi pasar otomotif. Kunjungan ke dealer dan pesanan menurun, sementara program penjualan pertengahan tahun membuat sebagian permintaan terjadi lebih awal.

Cuaca panas berkepanjangan, topan, dan banjir di sejumlah wilayah juga mengurangi kunjungan konsumen ke ruang pamer.

“Dua mesin pertumbuhan, yakni NEV dan ekspor, membantu mengimbangi tekanan dari periode sepi di pasar domestik, sementara struktur industri terus membaik,” kata Chen, seperti dikutip China Daily.

Menurut Chen, mobil penumpang energi baru dengan harga 100.000 yuan atau sekitar 14.830 dolar AS hingga 200.000 yuan menjadi penopang utama volume penjualan selama tujuh bulan pertama.

Ekspor juga tumbuh tajam. Pada Juli, ekspor NEV melonjak 145,5 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 553.000 unit.

Jumlah tersebut setara sekitar 53 persen dari total ekspor kendaraan China yang mencapai 1,043 juta unit. Juli menjadi bulan kedua berturut-turut ketika NEV menyumbang lebih dari separuh ekspor kendaraan negara itu.

Chen mengatakan kendaraan berbahan bakar konvensional selama ini mendominasi ekspor otomotif China. Namun, komposisinya mulai berubah setelah NEV melampaui kendaraan berbahan bakar minyak pada Juni dan Juli.

Menurut dia, pertumbuhan ekspor juga dapat membantu menahan tekanan dari lemahnya permintaan domestik.

Chen memperkirakan ekspor NEV China akan terus tumbuh cepat dan menembus 4 juta unit tahun ini.

“Dengan rantai industri NEV paling lengkap di dunia dan keunggulan yang jelas dalam teknologi cerdas, daya saing kendaraan China diperkirakan akan semakin kuat,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+