Penyakit Tha'un yang Mewabah pada Zaman Rasulullah, Ini Penyebab dan Kisah di Baliknya
Jakarta -
Penyakit tha’un pada zaman Rasulullah menjadi salah satu wabah yang pernah tercatat dalam sejarah Islam. Peristiwa ini kembali menarik perhatian setelah dunia mengalami pandemi COVID-19 yang mengubah kehidupan masyarakat dan merenggut banyak nyawa.
Tha’un merupakan penyakit menular yang menyebar dengan sangat cepat sehingga membahayakan keselamatan banyak orang. Wabah ini menjadi ujian besar yang dihadapi umat Islam pada masa itu.
Lantas, bagaimana kisah wabah tha’un pada zaman Rasulullah dan apa penyebabnya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum dari buku Komunikasi dan Dialektika Individu di Ruang Sosial karya Ahmad Sihabudin, salah satu wabah yang menyerang pada zaman Rasulullah adalah penyakit tha’un. Penyakit ini menular dengan cepat dan membahayakan nyawa seseorang.
Menurut kitab Syarah Riyadhush Shalihin Jilid V, penyakit tha’un adalah penyakit menular. Kata tha’un sendiri digunakan untuk mengungkap tiga hal, yakni tanda-tanda tampak seperti dikatakan dokter, kematian yang terjadi akibat tha’un, dan untuk mengungkapkan faktor penyebab penyakit ini.
Penyakit tha’un pada zaman Nabi Muhammad SAW tercatat dalam beberapa hadis. Rasulullah mengajarkan umat Islam untuk tidak memasuki daerah yang sedang dilanda wabah dan tidak keluar dari wilayah tersebut apabila sudah berada di dalamnya.
Anjuran ini menjadi dasar penerapan isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit. Prinsip serupa juga diterapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat mengetahui negeri Syam dilanda wabah tha’un, Umar memutuskan tidak memasuki wilayah itu.
Ketika Abu Ubaidah RA bertanya, “Apakah kamu lari dari takdir Allah?”, Umar menjawab, “Kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah”.
Keputusan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW agar orang yang sakit tidak berinteraksi dengan orang yang sehat demi mencegah penularan.
Penyebab penyakit tha’un
Dilansir detikcom, penyakit tha’un berasal dari infeksi bakteri Pasteurella Pestis. Bakteri ini dibawa oleh Xenopsella Cheopis (kutu anjing) yang berasal dari darah tikus. Sebab, Xenopsella Cheopis sejatinya hidup di tubuh tikus.
Artinya, wabah pertama terjadi pada tikus dan menyebar ke manusia. Melalui darah tikus yang berada di kutu anjing tersebut menular ke manusia lewat kulit dan darah.
Sementara itu mengutip dari situs web Kementerian Agama dijelaskan, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian mendengar ada wabah tha'un di suatu tempat, maka jangan kalian masuk dan datang kesana, dan apabila terjadi disuatu tempat sedangkan kalian ada didalamnya, maka jangan kalian keluar darinya." (Muttafaqun 'alaih /HR. Bukhari dan Muslim)
Tha'un memiliki akar kata yang sama dengan tha'n yang secara bahasa bermakna tobakan atau tusukan. Diriwayatkan dalam hadits bahwa penyakit tha'un disebabkan oleh tusukan yang dilakukan oleh Jin kepada manusia.
Sebagian orang menyamakan tha'un dengan wabah (wabaa). Ibnu Mandzur mendefinisikan: Tha'un adalah penyakit dan wabah yang menyebar secara merata yang merusak udara lalu merusak sistem tubuh dan badan manusia.
Ibnu Hajar berpendapat bahwa wabah penyakit tha'un 'amwas sudah merebak saat masa kekhalifahan 'Umar bin Khatab atau pasca penaklukan baitul maqdis. Wabah tersebut terjadi pada tahun 18 H dan menewaskan lebih dari 25000 jiwa.
Telah banyak kasus wabah tha'un terjadi di dunia yang dicatat oleh ahli sejarah, salah satunya yang paling terkenal adalah Tha'un Amwas yang terjadi pada zaman sahabat. Amwas adalah nama sebuah daerah di Syam dekat Palestina sekarang tempat di mana tha'un ini terjadi, sehingga dinamakan tha'un amwas.
Solusi yang diberikan oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah yang pada zaman ini diistilahkan dengan lockdown, yaitu menghentikan keluar masuknya orang ke dalam area wabah. Kita dilarang masuk ke area wabah agar wabah tersebut tidak menjangkiti kita, demikian juga penduduk yang terkena wabah dilarang keluar meninggalkan kampungnya supaya dia tidak menularkan wabah tersebut kepada penduduk lain yang berakibat semakin meluasnya wabah ini.
Nah, itulah penjelasan tentang kisah dan penyebab penyakit tha’un pada zaman Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)