Pontianak (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penyaluran program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai Rp824,1 miliar sejak program tersebut berjalan pada 2016 hingga 2026.

"Dana tersebut telah menjangkau 11.412 pekebun dengan luas areal peremajaan mencapai 25.738,5 hektare melalui 186 titik PSR yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar," ujar Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim saat sosialisasi program BPDP, di Pontianak, Kamis.

Ia mengatakan program PSR merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat melalui peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif, tanpa menambah pembukaan lahan baru.

"PSR diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat tanpa menambah luasan lahan. Pekebun didorong melakukan peremajaan dengan benih unggul bersertifikat sehingga kebun dapat kembali produktif dan memenuhi prinsip keberlanjutan," ujar dia.

Dia menjelaskan, PSR menyasar kebun sawit rakyat yang telah melewati umur 25 tahun, memiliki produktivitas rendah, atau menggunakan benih yang belum unggul. Melalui program ini, kebun diremajakan menggunakan benih unggul bersertifikat dan pekebun didorong memenuhi standar keberlanjutan melalui sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dalam pelaksanaannya, BPDP memberikan dukungan dana sebesar Rp60 juta per hektare dengan batas maksimal empat hektare per pekebun. Penyaluran dilakukan dalam dua termin kepada pekebun sawit rakyat, baik plasma maupun swadaya, yang tergabung dalam kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, atau kelembagaan pekebun lainnya.

Berdasarkan data BPDP, Kabupaten Landak menjadi wilayah dengan titik PSR terbanyak di Kalbar, yakni 53 titik. Selanjutnya Kabupaten Sanggau dengan 50 titik dan Kabupaten Bengkayang sebanyak 25 titik.

Potensi pelaksanaan PSR di Kalbar masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, luas perkebunan di provinsi itu mencapai 2,9 juta hektare, dengan kelapa sawit menjadi komoditas dominan seluas 2.209,64 ribu hektare.

Sementara itu, perkebunan rakyat kelapa sawit tercatat mencapai 706.355,95 hektare dengan produksi 1.258.714,622 ton per tahun dan melibatkan 284.578 kepala keluarga. Dari luasan tersebut, sekitar 41.459,5 hektare merupakan tanaman tua atau rusak yang membutuhkan peremajaan.

Selain bantuan pendanaan PSR, BPDP juga mendorong peningkatan produktivitas melalui dukungan sarana dan prasarana perkebunan, termasuk bantuan benih, pupuk, alat pascapanen, perbaikan jalan produksi, pengelolaan air, serta dukungan sertifikasi ISPO.

Melalui program PSR, pemerintah berharap perkebunan sawit rakyat di Kalbar mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kesejahteraan pekebun, serta menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.