Perhutani pastikan kebakaran di Gunung Butak sepenuhnya padam - ANTARA News Jawa Timur
Malang Raya (ANTARA) - Perum Perhutani memastikan peristiwa kebakaran di kawasan Gunung Butak telah sepenuhnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
"Jadi dua hari kemarin sudah padam, terus hari ini muncul api, tetapi oleh teman-teman (tim gabungan) di lapangan langsung dilakukan pemadaman manual," kata Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko dihubungi melalui sambungan telepon dari Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Khusus titik api yang muncul hari ini telah dipadamkan oleh petugas gabungan yang berada di area Gunung Gentong dan wilayah Tlekung.
Dia menjelaskan kejadian kebakaran di dua area itu dipicu oleh sisa bara api yang terbawa tiupan angin, sehingga memunculkan kobaran api.
Secara keseluruhan, pihaknya menyebut jika luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Butak diperkirakan mencapai 1.530 hektare (ha) yang meliputi Gunung Kawinajang, Gunung Malang, Gunung Gentong, dan Batu Tulis.
"Itu meliputi wilayah Kabupaten Malang," ucapnya.
Kelik kembali memastikan bahwa seluruh titik api yang muncul telah dipadamkan sepenuhnya melalui serangkaian operasi pemadaman oleh tim gabungan.
Meski demikian, lanjutnya, saat ini tim gabungan masih tetap bersiaga dengan melaksanakan aktivitas pemantauan di setiap wilayah terdampak.
Selain itu, upaya pendinginan area terdampak kebakaran masih tetap dilakukan lewat operasi udara dengan memanfaatkan helikopter water bombing atau pengebom air.
Upaya yang dilakukan itu guna meminimalkan munculnya potensi titik panas baru dan memicu kembali kebakaran. "Potensi (api) menyala lagi ada, terutama dari sisa bara yang membakar pohon dan merambat ke area lainnya," kata dia.
Terkait investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, dia mengemukakan hingga kini langkah ini masih belum menjadi fokus utama, sebab jajaran Perhutani KPH bersama seluruh pihak yang terlibat di dalam proses penanganan kebakaran di Gunung Butak masih berkonsentrasi melaksanakan antisipasi terulangnya kejadian kebakaran.
"Terkait (investigasi) penyebab kebakaran, kami belum ke arah sana, sambil berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," tutur dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.