Penajam Paser Utara (ANTARA) - Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) mempengaruhi secara positif pada investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai daerah asal dan mitra ibu kota Indonesia ini.

"Sejumlah faktor yang mempengaruhi investasi, salah satunya perkembangan IKN," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara Amrullah ketika ditanya mengenai target investasi, di Penajam, Kamis.

Terdata target investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2024 sebesar Rp2,5 triliun, dan tercatat realisasi mencapai Rp3,7 triliun atau 145 persen, kemudian pada 2025 realisasi hanya tercapai Rp1,7 triliun atau 33 persen dari target Rp4,7 triliun.

"Kendati realisasi investasi pada 2025 tidak mencapai target, tetapi ke depan peluang investasi cukup besar dengan perkembangan IKN," katanya lagi.

"Target investasi pada 2026 sebesar Rp3,3 triliun, dan realisasi periode Januari-Juni 2026 mencapai Rp501,7 miliar," ujarnya pula.

Realisasi Investasi 2026 Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp459,29 miliar, dan penanaman modal asing (PMA) Rp42,41 miliar.

Sektor kesehatan seperti Rumah Sakit (RS) Hermina dan Mayapada yang beroperasi di kawasan IKN, kata dia lagi, salah satu faktor yang ikut menyumbang investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara optimistis perkembangan IKN yang dibangun di sebagian wilayah Provinsi Kaltim, membuka peluang investasi baru di kabupaten itu.

Seiring dengan pengembangan IKN bakal semakin membuka peluang investasi baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai kabupaten terdekat dan daerah asal ibu kota baru Indonesia, demikian Amrullah.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.