Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto, Jawa Timur, Ika Puspitasari mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring evaluasi terhadap perizinan usaha, khususnya sektor hotel, restoran, kafe, dan usaha terkait pariwisata (Horeka).

"Kita ingin pariwisata di Kota Mojokerto berkembang. Kita sudah mengambil branding Mojokerto sebagai kota wisata sejarah budaya dengan Spirit of Majapahit," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam rapat koordinasi hasil pengawasan dan monitoring evaluasi perizinan khusus Horeka di Kota Mojokerto, Kamis.

Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menilai perkembangan sektor Horeka di Kota Mojokerto harus berjalan beriringan dengan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.

Ia mengatakan, pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang, terlebih sektor perhotelan, restoran, kafe, dan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata Kota Mojokerto.

"Tentu kita membuka ruang agar perhotelan, restoran, kafe dan ekonomi kreatif lainnya bisa berkembang. Tetapi sektor-sektor tersebut juga harus memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Mojokerto,” katanya.

Menurutnya, perkembangan usaha yang semakin pesat perlu diikuti dengan optimalisasi penerimaan daerah. Hal tersebut penting terlebih dalam kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi tantangan.

“Jangan sampai sektor-sektor itu berkembang pesat di sini, tetapi pendapatan daerahnya tidak ikut mendapatkan manfaat. Kita membuat kegiatan, mendatangkan keramaian, masyarakat mendapatkan order, pelaku usaha mendapatkan manfaat. Pemerintah daerah juga harus mendapatkan manfaat dalam bentuk PAD,” tuturnya.

Ning Ita menyampaikan, pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 telah selesai dan akan dilanjutkan dengan pembahasan rancangan APBD 2027. Di sisi lain, masih terdapat defisit anggaran yang cukup besar, sementara belum ada kepastian mengenai tambahan dukungan fiskal dari pemerintah pusat pada 2027.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat menggali potensi pendapatan yang tersedia.

“Pola pikir kita sekarang harus mencari potensi pendapatan daerah. Sekecil apa pun potensinya, kalau bisa menghasilkan PAD, harus kita lakukan dan kita optimalkan. Jangan dibiarkan,” tegasnya.

Melalui rakor tersebut, Ning Ita meminta seluruh perangkat daerah terkait melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap sektor Horeka di Kota Mojokerto.

Pemetaan tersebut mencakup jumlah hotel, restoran, kafe dan usaha terkait lainnya, status serta jenis perizinan yang dimiliki, kewajiban yang harus dipenuhi, hingga potensi pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan.

“Silakan dipetakan ada berapa hotel, berapa restoran, berapa kafe, kemudian dari masing-masing itu perizinannya apa saja yang harus mereka miliki. Dari setiap perizinan itu ada potensi PAD atau tidak. Setelah itu baru kita rumuskan strategi,” kata Ning Ita.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.