Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya Pasca Kebakaran
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48 WIB
Lombok, VIVA – Masyarakat Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sedang berupaya memulihkan kehidupan dan aktivitas ekonomi setelah musibah kebakaran pada Agustus lalu.
Baca Juga
Bagi para perajin tenun, kehilangan peralatan dan tempat usaha menjadi tantangan untuk kembali berkarya serta memperoleh penghasilan bagi keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mendukung upaya pemulihan tersebut, PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan 45 alat tenun serta pendampingan pelatihan agar para perajin dapat kembali menjalankan usaha.
Baca Juga
Dukungan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga tradisi tenun Sasak dan mendorong pemulihan wisata budaya Desa Adat Sade.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan di panggung Festival, area Pertamina Mandalika International Circuit.
Baca Juga
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar.
Musibah kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026 lalu berdampak pada rumah warga serta bangunan penunjang kegiatan ekonomi dan budaya, termasuk toko seni, lumbung, dan Bale Baleq.
Kondisi tersebut turut mengganggu mata pencaharian masyarakat yang selama ini bertumpu pada kegiatan menenun, penjualan suvenir, serta jasa pemandu wisata.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyampaikan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga kembali produktif dan memulihkan sumber pendapatan keluarga.
“Melalui bantuan 45 alat tenun serta pendampingan pelatihan, kami berharap para perajin Desa Adat Sade dapat kembali bekerja dan menghasilkan karya. Tradisi tenun memiliki nilai penting bagi masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun sebagai warisan budaya yang perlu terus dijaga,” ujar Arya.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya masyarakat Sasak di Lombok. Kain tenun yang dihasilkan para perajin menjadi bagian dari identitas budaya desa sekaligus produk lokal yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketersediaan alat tenun menjadi langkah awal untuk memulihkan kegiatan produksi. Sementara itu, pendampingan pelatihan diharapkan dapat membantu para perajin mengembangkan keterampilan dan memperkuat kesiapan mereka untuk kembali menjalankan usaha.
Arya menambahkan, kehadiran Pertamina di Mandalika membawa semangat untuk tumbuh bersama masyarakat dan memperluas manfaat perkembangan pariwisata bagi ekonomi lokal.
Halaman Selanjutnya
“Kami ingin masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari berkembangnya Mandalika. Melalui program TJSL, Pertamina mendukung penguatan potensi lokal agar warga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.