Pertamina Patra Niaga mulai jam layanan biosolar lebih pagi di Ambon - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga wilayah Ambon memulai Layanan Biosolar di Kota Ambon pukul 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari.
Layanan Biosolar di Kota Ambon dibuka mulai jam 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari. Jam layanan lebih awal ini diharapkan juga dapat meningkatkan ketertiban dan mengurangi kepadatan di area SPBU pada jam sibuk sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi.
"Kami terus berkomitmen melanjutkan hasil koordinasi bersama Kepolisian, Mitra SPBU, dan Asosiasi Supir Truk pada Agustus lalu untuk melayani konsumen Biosolar lebih awal mulai pada pukul 5 pagi," katanya.
Selain melayani lebih awal, Pertamina Patra Niaga juga memastikan suplai Biosolar ke SPBU direncanakan dengan baik untuk menjaga ketersediaan stok. Perencanaan suplai dan proses bongkar yang tepat waktu juga diharapkan mengurangi kepadatan di SPBU.
"Stok kami terus jaga, penyaluran saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina, ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi. Kami akan terus prioritaskan pasokan suplai dari Integrated Terminal Wayame ke SPBU agar layanan yang dimulai lebih awal pada pagi hari dapat berjalan maksimal," katanya.
Ia menjelaskan, rapat koordinasi mengenai keandalan pasokan dan ketersediaan BBM yang dipimpin oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto bersama Pemerintah Provinsi, TNI, dan Pertamina pada 14 September 2026.
Selain itu juga telah dilakukan sinergi dan koordinasi rutin ini dilakukan sebagai upaya bersama memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi, serta menjaga layanan BBM bagi masyarakat.
"Kita melihat fenomena adanya antrean di sejumlah SPBU. Namun, untuk wilayah Maluku, saya tegaskan bahwa antrean tersebut khusus kendaraan logistik. Memang ada pengaturan sehingga terdapat sejumlah hal juga yang perlu diantisipasi, terutama dari aspek hukum, salah satunya terkait tindak pidana penyalahgunaan BBM," kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto
Untuk mengantisipasi modus terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi, Polda Maluku juga sudah menurunkan tim gabungan bersama Pemda, TNI, dan Pertamina guna melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan.
“Masyarakat kami imbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, tetap tertib saat mengantre, dan kami ingatkan jangan coba-coba melakukan kecurangan,” ujar Kapolda.
Pertamina Patra Niaga sangat mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku bersama seluruh pihak terlibat dalam melakukan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi, kata Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Ambon, Aria Aditya.
“Pertamina Patra Niaga sendiri telah melakukan pembinaan kepada enam SPBU di Kota Ambon yang terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan hingga September 2026. Ini adalah bagian langkah kami untuk menjaga penyaluran BBM bersubsidi yang lebih baik," katanya.
Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait produk, layanan, ataupun pertanyaan lainnya agar dapat langsung menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.