Petaka besar AI, Bill Gates peringatkan dunia
Berita besar ini mencuat lantaran pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan bahaya yang menunggu dari artificial intelligence melalui esai sepanjang 6.000 kata yang ditulis lewat situs pribadinya. Ia menyampaikan bahwa perpindahan menuju era kecerdasan buatan akan menjadi salah satu masa paling bergejolak dalam sejarah manusia.
Kekhawatiran ini berlanjut karena saat ini kita belum mempersiapkan diri secara memadai untuk transisi tersebut. Dia juga menambahkan jika dunia mengambil langkah-langkah yang tepat, kecerdasan buatan akan menjadi kekuatan untuk membuat kehidupan semua orang menjadi lebih baik. Lantas, risiko apa yang menanti dan bagaimana langkah pada sistem AI untuk dunia masa depan? Berikut ulasannya lebih lanjut, dilansir dari Gates Notes (28/8).
AI Bisa Menjadi Penyeimbang atau Sumber Ketidakadilan
Dalam hal ekuitas, AI bisa menjadi penyeimbang terbesar atau malah menjadi sumber ketidakadilan terburuk sepanjang sejarah manusia. Pertanyaan mengenai bagaimana teknologi dapat menutup jurang kesenjangan ekonomi dan membuat ruang yang adil menarik perhatian Gates. Ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti bahwa pemimpin dan masyarakat sedang menghadapi atau merencanakan tantangan tersebut dengan tepat.
Selain itu, ada tiga risiko terbesar yang akan menemui manusia di masa depan, di antaranya banyaknya pekerjaan yang hilang. AI mungkin tidak akan mencapai level ini, namun dampaknya tidak akan hilang seiring berjalannya siklus ekonomi. Dan pekerjaan yang paling berisiko ada pada tingkat pemula dan menengah.
AI memungkinkan manusia menimbulkan lebih banyak kerugian. Acuan ini membuat proses lebih mudah lantaran kecerdasan buatan tidak hanya mempermudah mendapatkan informasi, tetapi juga bisa menggunakannya. Bahkan penjahat dengan keterampilan terbatas mampu menargetkan korban dalam skala apa pun. Terlebih, AI berpotensi menghambat perkembangan anak-anak dan menggantikan hubungan antarmanusia.
Rencana Dunia Menghadapi AI Versi Gates
Bill Gates menegaskan meskipun perusahaan AI mengusulkan solusi untuk tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi mereka sendiri, tetapi kita tidak bisa mengharapkan mereka yang memimpin upaya tersebut.
Solusi ini perlu penyusunan demokratis yang melibatkan warga negara, termasuk pemerintah, pembuat kebijakan, pendidik, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Prioritas utama adalah menyusun kerangka kerja nasional dan internasional yang dapat membangun sistem baru dalam mengelola masa transisi.
Selain itu, Gates mengungkapkan perlunya menyisihkan beberapa pekerjaan untuk manusia. Seperti beberapa bidang pendidikan dan layanan kesehatan mental yang menggabungkan kepemimpinan manusia dengan penggunaan teknologi.
Terakhir, kita harus menyesuaikan kembali sistem perpajakan atas tenaga kerja dan modal. Dari hal itu, Gates mengusulkan adanya pajak token AI dan robot. Pajak ini akan sedikit memperlambat tren peralihan dari tenaga kerja manusia dan mengumpulkan dana untuk program pelatihan ulang serta merangkai jaring pengaman yang lebih kuat.
Gates menambahkan bahwa teknologi yang belum pernah ada menuntut respons yang belum pernah ada sebelumnya. Jika kita melakukannya dengan benar, manfaatnya bagi umat manusia akan luar biasa dan dunia akan menjadi tempat yang lebih adil.