PLN hadirkan listrik gratis bagi 50 keluarga prasejahtera di Papua
PLN hadirkan listrik gratis bagi 50 keluarga prasejahtera di Papua
Selasa, 1 September 2026 11:55 WIB
Penyerahan secara simbolis bantuan Program LUTD epada salah satu keluarga penerima listrik gratis di Kelurahan Kamundu, Merauke. (ANTARA/HO- PLN Papua)
Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat memberikan sambungan listrik gratis kepada 50 keluarga prasejahtera di Tanah Papua melalui program Light Up The Dream (LUTD) selama Agustus 2026.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur di Jayapura, Senin, mengatakan kehadiran program tersebut menjadi salah satu upaya PLN untuk memperluas akses kelistrikan sekaligus membantu masyarakat yang belum mampu melakukan pemasangan listrik secara mandiri.
"Keberadaan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan semakin banyak keluarga dapat menikmati listrik di rumahnya," katanya.
Menurut Roberth, program LUTD merupakan bentuk kepedulian pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan donasi untuk membiayai pemasangan baru listrik bagi keluarga yang membutuhkan.
"Melalui program tersebut, kami tidak hanya menghadirkan sambungan listrik, tetapi juga berupaya menjangkau masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh akses energi secara mandiri," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan tambahan tersebut, jumlah penerima manfaat program LUTD sejak 2020 dilaksanakan kini mencapai 3.084 keluarga.
"Capaian tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus melanjutkan program yang bertujuan menghadirkan pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat prasejahtera," katanya lagi.
Dia menambahkan keadilan energi adalah hak seluruh masyarakat. Melalui Light Up The Dream pihaknya ingin memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal dalam menikmati manfaat terang listrik.
"Kami akan terus menjaga kesinambungan program ini. Terang listrik di rumah masyarakat diharapkan bukan hanya menjadi penerangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026