PM Malaysia akui kesungguhan pemerintah RI atasi karhutla
...Saya mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini
Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengakui kesungguhan pemerintah Republik Indonesia dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini,” kata Anwar Ibrahim dalam keterangan di Kuala Lumpur, Minggu.
Anwar mengatakan terus mengikuti dengan saksama perkembangan karhutla di Indonesia yang turut mengakibatkan kabut asap lintas batas, sehingga berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat Malaysia, termasuk memaksa penutupan sekolah di beberapa negara bagian dan wilayah Malaysia.
Anwar mengakui bahwa upaya menangani bencana karhutla bukanlah tugas yang mudah, terlebih dengan luasnya wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Oleh karena itu, dalam semangat kebersamaan dan hubungan erat antarnegara tetangga, kata dia, Malaysia berpandangan bahwa tantangan lintas batas harus ditangani dengan tekad dan tanggung jawab bersama.
“Malaysia telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif dalam menangani kabut asap lintas batas,” ujarnya.
Dia mengatakan Malaysia tetap siap memberikan bantuan sebagaimana yang telah ditawarkan sebelumnya.
“Semangat bertetangga yang sesungguhnya menuntut kita untuk saling mendukung ketika menghadapi musibah, dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan senantiasa menjadi prioritas,” kata Anwar.
Baca juga: Malaysia sebut pembakaran lahan terjadi di luar ladang perusahaannya
Baca juga: Malaysia akan terus gunakan saluran diplomatik terkait kabut asap
Baca juga: Menlu: Presiden setuju terima bantuan negara tetangga atasi karhutla
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.