Polda Kalsel dinginkan suhu gambut dengan cairan inovasi Bidlabfor redam karhutla Pengayuan - ANTARA News Kalimantan Selatan
Cairan ini dikombinasikan dengan metode penyuntikan pipa ke dalam tanah sepanjang dua meter, hasilnya bara di dalam benar-benar padam dan suhu dingin lebih cepat,"
Banjarbaru (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan berhasil mendinginkan suhu tanah gambut dengan cairan inovasi berbahan dasar surfaktan nabati ramah lingkungan buatan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meredam kebakaran lahan di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru seluas 900 hektare.
"Cairan ini dikombinasikan dengan metode penyuntikan pipa ke dalam tanah sepanjang dua meter, hasilnya bara di dalam benar-benar padam dan suhu dingin lebih cepat," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Rabu.
Kapolda menyatakan inovasi itu terbukti efektif berdasarkan pemantauan drone thermal di lokasi.
Pada titik awal lokasi penancapan pipa terdeteksi suhu tanah gambut mencapai 120 derajat celsius.
Kapolda menyebut penurunan suhu yang sangat cepat menjadi indikator kuat tingginya efektivitas metode suntik gambut dengan cairan khusus itu dalam memadamkan bara api bawah tanah.
Inovasi cairan surfaktan MES berbahan dasar minyak nabati terbukti memiliki daya penetrasi yang jauh lebih cepat dan meresap ke dalam tanah gambut dibanding air biasa ataupun detergen.
Kapolda menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk segera memproduksi massal formula cairan pemadam lahan gambut itu.
"Kami memang terkendala terbatasnya bahan baku yang dibeli di pulau Jawa, hasil koordinasi dengan teman-teman TNI akan membantu distribusi agar lebih cepat," ungkap kapolda.
Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma turut menjelaskan seluruh campuran cairan yang diracik dipastikan ramah lingkungan sehingga tidak merusak mikro organisme dan vegetasi tetap tumbuh ketika kondisi lahan sudah normal.
"Surfaktan ini membuat air lebih efektif dalam memadamkan lahan karena sifatnya menutup suplay oksigen ke dalam tanah.
Meilia juga menyatakan kesanggupan personel Bidlabfor dalam produksi cairan hingga 100 liter untuk dicampur ke dalam satu kolam bioflok kapasitas 12 ribu liter air.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.