Lamongan (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan telah memeriksa 16 saksi dalam penyelidikan ledakan pabrik bata ringan PT Superior Prima Sukses (SPS) di Kecamatan Pucuk yang menewaskan empat pekerja.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami rangkaian peristiwa dan mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi pada Kamis (17/9) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Masih dalam penyelidikan, dan kami juga memintai keterangan terhadap saksi-saksi. Sebanyak 16 saksi yang sudah kami mintai keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lamongan, Selasa.

Ia menjelaskan polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan data dan petunjuk terkait insiden tersebut.

Menurut dia, penyelidikan juga melibatkan Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk membantu memastikan penyebab ledakan.

“Kepastiannya nanti akan ada ahli yang menyatakan. Kami juga sudah koordinasi dengan Bidlabfor Polda Jatim,” ujarnya.

Adimas menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di ruang pengendapan PT SPS, Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, dan menyebabkan tujuh pekerja terdampak. Empat pekerja meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih menjalani perawatan medis.

Sebelumnya, polisi menyebut ledakan terjadi saat tujuh pekerja shift malam beraktivitas di ruang pengendapan. Polisi masih mendalami penyebab insiden tersebut melalui pemeriksaan saksi, olah TKP, dan koordinasi dengan ahli forensik.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.