Polresta telah mengamankan 24 remaja ugal-ugalan pamer sajam di jalan
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini telah mengamankan sebanyak 24 orang remaja yang terlibat aksi berkendara motor dengan cara ugal-ugalan sambil memamerkan senjata tajam (sajam) di jalan raya.
"Jadi, total sampai Sabtu (12/9) pagi hari ini sudah ada 24 orang yang kami amankan, dan juga masih dilakukan pengembangan,"" kata Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra di Mataram, Sabtu.
Dari hasil pendataan, kata dia, sedikitnya 20 dari 24 remaja tersebut masih berstatus pelajar pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang bersekolah di Kota Mataram.
Sebelumnya, mereka melakukan aksi konvoi pada Minggu dinihari (6/9) tersebut berawal dari pertemuan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram.
"Setelah kumpul, mereka konvoi ke Jalan Lingkar Selatan, Bundaran Mataram Metro, Tembolak Pelangi. Sambil acungkan sajam," ucapnya.
Aksi mereka pun viral di jagat maya hingga menimbulkan keresahan masyarakat setelah ada beberapa di antara mereka yang merekam video dan mengunggahnya ke media sosial.
"Adapun tujuan mereka melakukan konvoi seperti itu untuk gagah-gagahan sambil mencari musuh untuk diajak tawuran," ujarnya.
Dari 24 remaja yang diamankan, kepolisian telah mengidentifikasi remaja yang memamerkan sajam dan yang merekam video hingga menyebarkan ke media sosial.
Dharma menyampaikan pihaknya dapat menerapkan hukum pidana sesuai aturan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Pasal ini mengatur tentang setiap orang yang tanpa hak menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai membawa, memiliki, senjata pemukul, penikam atau penusuk.
Dalam pemenuhan pidana tersebut, pelaku dapat dipidana hukuman paling lama tujuh tahun penjara.
Dalam penanganan, kepolisian telah mengamankan barang bukti sajam berupa sebilah parang dan celurit dengan panjang mencapai 60 sentimeter.
"Sebagai upaya pencegahan perbuatan berulang, kami juga melakukan koordinasi dengan pihak orang tua masing-masing maupun sekolah mereka," kata Dharma.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026