Polri tukar buronan dengan Kepolisian China - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui NCB Interpol Indonesia berhasil melaksanakan tukar buronan dengan Kepolisian China.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa NCB Interpol Indonesia memulangkan tiga buron warga negara China yang melarikan diri ke Indonesia, sedangkan Kepolisian China menyerahkan satu buron warga negara Indonesia yang bersembunyi di wilayah negara tersebut.
Ia menjelaskan kepulangan buronan warga negara China dibagi menjadi dua keberangkatan.
Keberangkatan pertama membawa buron berinisial ZR dan LZ menuju Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou, yang tiba pada Jumat (10/7) pagi. Sedangkan HZ diterbangkan pada keberangkatan kedua dan tiba di China pada Sabtu (11/7).
"Ketiga buronan warga negara China diserahterimakan kepada Kepolisian China," ucapnya.
Sementara itu, buron WNI berinisial KT yang terkait tindak pidana penipuan atau penggelapan, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Selatan, pada Senin (13/7) malam.
Usai menerima KT, NCB Interpol Indonesia menyerahkan yang bersangkutan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun ZR adalah Zheng Rongjing, buron kasus penipuan daring (online scam) jaringan internasional asal Beijing yang ditangkap saat hendak memasuki Indonesia. Identitasnya diungkap NCB Interpol Indonesia dalam konferensi pers pada 26 Juni 2026.
Penangkapan Zheng bermula ketika NCB Interpol Beijing mengajukan permintaan kepada NCB Interpol Indonesia pada 5 Maret 2026 untuk melacak keberadaan dan menangkap Zheng Rongjing.
Zheng diduga kuat merupakan pemain besar dalam tindak pidana penipuan daring.
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.