Potret penyaluran bantuan dan penyelamatan tanah longsor di Xizang
Gyirong (ANTARA) - Tanah longsor mematikan yang dipicu oleh longsoran batu dan es di Nepal menerjang Pelabuhan Gyirong di Daerah Otonom Xizang, China, pada 26 Agustus.
Bencana itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan 546 lainnya dinyatakan hilang di pelabuhan perbatasan tersebut hingga Sabtu (29/8) pukul 18.00 waktu setempat, menurut pemerintah daerah tersebut.
Tanah longsor tersebut menyapu area itu dan menghancurkan sejumlah bangunan, fasilitas pasokan listrik, dan sebuah ruas jalan raya nasional G216, yang secara signifikan menghambat upaya tanggap darurat dan penyelamatan.
Total 2.141 personel turut berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk para personel dari Tentara Pembebasan Rakyat dan Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat, Tim Pencarian dan Penyelamatan China, China Anneng, unit pertahanan perbatasan, serta aparat kepolisian.
Kendati dihadapkan pada berbagai kendala seperti medan dataran tinggi, lembah yang curam, dan cuaca yang tidak menentu, tim penyelamat terus bergerak maju menuju pusat area bencana guna melaksanakan pembersihan lumpur di jalan, operasi pencarian dan penyelamatan, identifikasi bahaya, disinfeksi, serta pencegahan epidemi.
Jaringan komunikasi telah dipulihkan di lokasi utama operasi penyelamatan, sehingga memungkinkan dilakukannya panggilan telepon dengan tim penyelamat di Pelabuhan Gyirong melalui stasiun pemancar yang baru dibangun pada Minggu (30/8), menurut administrasi komunikasi di daerah tersebut.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.