PPK Ormawa HMP PTI UMS gelar monev program Seboto Smart Farming
PPK Ormawa HMP PTI UMS gelar monev program Seboto Smart Farming
Minggu, 6 September 2026 17:29 WIB
Suasana Monev oleh Tim UMS. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perguruan Tinggi terhadap program Seboto Smart Farming di Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut melibatkan tim PPK Ormawa HMP PTI UMS, perangkat Desa Seboto, para petani, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS. Monev menjadi bagian dari proses pemantauan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026.
Monev dilakukan untuk melihat perkembangan program, keterlibatan mitra, serta capaian indikator yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pelaporan kepada perguruan tinggi sekaligus memastikan program yang dijalankan bersama masyarakat berjalan sesuai dengan perencanaan.
Dalam kegiatan tersebut, DKPTI UMS bersama tim PPK Ormawa HMP PTI UMS melakukan visitasi secara langsung terhadap sejumlah hasil program yang telah dikembangkan di Desa Seboto.
Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah greenhouse yang dibangun melalui kolaborasi mahasiswa PPK Ormawa HMP PTI UMS dan para petani. Greenhouse tersebut menjadi bagian dari program Seboto Smart Farming untuk mendukung penerapan teknologi dalam aktivitas pertanian masyarakat.
Tim monev juga meninjau instalasi Internet of Things (IoT) Smart Farming yang telah dipasang di lokasi. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai salah satu komponen utama Seboto Smart Farming untuk membantu masyarakat memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan pertanian.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami dapat melihat secara langsung perkembangan program yang sudah dilaksanakan bersama masyarakat. Evaluasi ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki agar program Seboto Smart Farming dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Alam Wulang Kautsar, anggota Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026, Minggu.
Menurutnya, keterlibatan petani menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam menghadirkan teknologi, tetapi juga mendampingi masyarakat agar mampu memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam aktivitas pertanian.
“Target kami bukan hanya membangun greenhouse atau memasang teknologi IoT, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani. Karena itu, keberlanjutan program dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Melalui visitasi tersebut, tim memperoleh evaluasi secara langsung terkait pelaksanaan program, hasil yang telah dicapai, keterlibatan masyarakat, serta dampak yang mulai dirasakan oleh mitra. Evaluasi tersebut menjadi bahan penting bagi tim untuk memastikan program tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga memiliki manfaat yang dapat terus dikembangkan.
Dalam proses evaluasi, reviewer memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026. Capaian program, dampak yang dihasilkan, proses pelaksanaan, serta rancangan keberlanjutan yang disusun tim dinilai telah berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Dari sisi perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan mahasiswa bersama masyarakat memiliki capaian yang jelas. Kami juga melihat adanya upaya tim untuk membangun keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa,” ungkap perwakilan DKPTI UMS.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi tim PPK Ormawa HMP PTI UMS untuk menjaga keberlanjutan program Seboto Smart Farming. Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan petani menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan teknologi yang dikembangkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat.
“Apresiasi yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan program. Kami berharap Seboto Smart Farming tidak berhenti ketika program PPK Ormawa selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi petani di Desa Seboto,” jelas Alam.
Dengan penerapan IoT Smart Farming dan penguatan kapasitas mitra, program Seboto Smart Farming diharapkan mampu mendorong masyarakat Desa Seboto untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan Monev pada Jumat (28/8/2026) tersebut sekaligus menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026. Melalui evaluasi dan penguatan keberlanjutan program, Seboto Smart Farming diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat terus memberikan manfaat serta membuka peluang pengembangan pertanian berbasis teknologi di Desa Seboto.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.