Prabowo Dijadwalkan Hadiri KTT APEC 2026 di China, Begini kata Bos Kadin
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 23 Juli 2026, 17:50 WIB

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)
AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026.
Sebagai informasi, KTT APEC tahun 2026 akan digelar di Shenzhen, China, pada November mendatang. Konferensi Tingkat Tinggi tersebut nantinya akan berfokus pada pembahasan isu-isu strategis seperti keterbukaan ekonomi, inovasi, dan kerja sama teknologi di kawasan Asia-Pasifik.
Anindya mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo akan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan China sekaligus meningkatkan peran Indonesia di kawasan Asia-Pasifik.
Baca Juga: KADIN Indonesia: Piala Dunia FIFA 2026 Genjot Perputaran Ekonomi RI Lebih dari Rp5 Triliun
"Dan saya dengar tentunya dari teman-teman pemerintah bahwa Pak Presiden Prabowo berkenan untuk hadir. Jadi ini mungkin pertama kali pimpinan-pimpinan dunia, termasuk mudah-mudahan Amerika, Rusia hadir di bawah kepemimpinan Cina," kata Anindya dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Anindya menyampaikan, China sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan salah satu agenda ekonomi terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang mempertemukan 21 ekonomi anggota APEC di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.
Ia menilai forum tersebut menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus menjembatani kepentingan negara-negara Asia Tenggara dalam forum APEC.
"Tadi disampaikan Pak Djauhari, bahwa ini adalah kita sebagai pimpinan dari ASEAN, bagaimana di dalam APEC ini, yang ada tujuh negara ASEAN, kita juga bisa menjembatani agar APEC di Shenzhen ini sukses," ujarnya.
Anindya menambahkan, KTT APEC tahun ini diperkirakan akan menjadi ajang pertemuan para pemimpin dunia, termasuk dari sejumlah negara besar, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Ia menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi internasional, terutama ketika dunia masih menghadapi tantangan akibat meningkatnya tensi geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Lirik Sakedung Kading yang Viral di TikTok, Lengkap dengan Makna Lagunya
"Dan ini menggambarkan bahwa di tengah guncang-ganjing geopolitik, terutama kita dengar bahwa ada kemungkinan apa panas lagi di Timur Tengah, Cina bisa menjadi suatu mitra yang stabil dan juga tetap membawa pertumbuhan,” tutur Anindya.